Sanksi Siswa Lakukan Corat-coret Seragam, Sekolah Tak Berikan Surat Kelakuan Baik

ILUSTRASI: Suasana pembelajaran tatap muka di SMPN 2 Kota Bekasi. Sekolah melarang siswa melakukan konvoi dan corat-coret seragam sebagai bentuk perayaan kelulusan. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pengumuman kelulusan sekolah tingkat SMP akan disampaikan secara serentak pada 15 Juni 2022 melalui daring. Sekolah melarang siswa melakukan konvoi dan corat-coret seragam sebagai bentuk perayaan kelulusan.


Kepala SMP PGRI II Kota Bekasi Ma’mun Murod mengungkapkan, sekolah telah memberikan peringatan kepada siswa untuk tidak melakukan aksi corat-coret dan meminta mereka untuk fokus mengikuti proses PPDB.

“Kita meminta kepada siswa kami untuk fokus PPDB,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Selasa (7/6).


Bagi siswa yang terbukti melakukan aksi corat-coret seragam dan konvoi, sekolah tidak akan memberikan surat kelakuan baik bagi pelajar yang bersangkutan.

“Kami tidak akan mengeluarkan surat keterangan baik kepada siswa yang memang nantinya melakukan aksi corat-coret, jangan sampai momen kelulusan membuat kerugian bagi siswa itu sendiri,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMPN 29 Kota Bekasi Nining. Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan antisipasi dan peringatan kepada siswa untuk tidak melakukan corat-coret seragam.

“Proses PPDB dengan pengumuman kelulusan kan berbarengan, kita gak mau kecolongan disitu. Karena kami tetap akan memberikan peringatan dan antisipasi kepada siswa agar tidak melakukan konvoi atau corat-coret,”  ujarnya.

Kendati demikian, diakui, aksi corat-coret seragam oleh siswa kemungkinan kecil terjadi. “Kemungkinannya kecil sih, tapi gak menutup kemungkinan itu semua bisa terjadi. Karena dari sekian banyak siswa pasti ada sedikit siswa yang memancing adanya aksi tersebut,” terangnya.

Ia menegaskan, pihaknya sudah memberikan peringatan kepada siswa termasuk para orangtuanya. “Kami tetap memberikan penekanan kepada siswa agar tidak melakukan aksi serupa. Dan itu juga kami sampaikan kepada orangtua siswa,” ujarnya. (dew)