Desak Plt Walkot ’Bersih-bersih’

MAHFUD LATUCONSINA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Direktur Eksekutif Pemuda Peduli AnTi Korupsi (PPATK) RI, Mahfud Latuconsina turut prihatin dengan kondisi Kota Bekasi yang sejumlah pejabatnya tersandung dugaan kasus korupsi.

Mirisnya, belum lama kasus korupsi berhasil diungkap tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Walikota non aktif Rahmat Effendi dan beberapa pejabat, serta pihak swasta di awal tahun 2022. Kini, muncul kembali kasus dugaan korupsi berkaitan dengan pengadaan bantuan sosial budidaya kambing/domba yang tengah disidik Kejari.


“Jujur saya merasa iba dengan kasus-kasus korupsi yang terjadi di Kota Bekasi. Padahal yang saya tahu kota itu, adalah Kota Patriot dengan segudang sejarah perjuangan para pahlawan, sehingga mestinya bisa dijadikan semangat untuk membangun daerah lebih baik kedepan tanpa praktik-praktik korupsi,” katanya Mahfud kepada Radar Bekasi, Selasa (14/6).

Lebih jauh, Puteh, sapaan akrabnya mengaku, sejumlah kasus korupsi ini harus dijadikan sebuah pelajaran berharga buat para pejabat dan pimpinan di Kota Bekasi sehingga tidak lagi terulang kedepannya. Oleh sebab itu, dirinya pun berharap, ada langkah antisipasi untuk menghindari terulangnya kasus tersebut.


“Jadi, kalau harapan kami pimpinan di Kota Bekasi, khususnya Plt Wali Kota bisa lebih selektif dalam menentukan para pejabat di setiap OPD-OPD nya. Dan bila perlu, pihak-pihak yang diduga terlibat kasus korupsi itu diganti dan tidak lagi diberi posisi strategis,” imbuhnya.

Terakhir, Puteh menambahkan, terkait kasus dugaan korupsi yang sedang dalam proses penyidikan pihak Kejaksaan soal pengadaan kandang kambing juga dapat diusut tuntas, sehingga para pihak yang terlibat bisa segera terungkap dan mengedepankan asas equality before the law sesuai perbuatannya.
“Intinya, kami berharap kasus ini menjadi yang terakhir di Kota Bekasi dan kedepannya Kota ini bisa lebih baik dan beradab,” tutup Puteh. (mhf/pms).