Jembatan Pengganti, Rampung Agustus

WASPADA: Pengendara sepeda motor menunduk saat melintas di bawah pengerjaan Box Girder Kereta Cepat Indonesia China, Jaticempaka, Pondokgede Kota Bekasi, Selasa (14/6). RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Akses jembatan Antilope penghubung dua wilayah di Pondokgede, Kota Bekasi, tersendat menyusul adanya pemasangan girder box proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Kendaraan yang boleh melintas harus dibawah 1,7 meter. Nampak pengendara roda dua terlihat merunduk saat melintas jembatan yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat untuk menyeberangi Jalan Tol Jakarta Cikampek (Japek), Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi.


Tepat di ujung jembatan penyeberangan ini dibangun portal pembatas ketinggian, berjarak 1,7 meter dari aspal. Sehingga hanya kendaraan dibawah 1,7 meter saja yang bisa melintas di jembatan ini. Nampak petugas berjaga mengatur setiap kendaraan yang melintas di area jembatan.

Terpantau hanya kendaraan sedan yang bisa melintas dengan kecepatan sangat rendah. Sementara para pengendara roda dua, mereka nampak merunduk agar kepala tidak terbentur girder box Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).


Salah satu warga, Bari (52) mengatakan bahwa girder box KCIC dipasang sejak satu hari yang lalu. Sejak saat itu juga kendaraan besar tidak bisa melintas jembatan.”Itu dipasang tanggal 13 kemarin, pas mulai mobil gede nggak bisa lewat,” katanya, Selasa (14/6).

Awalnya, warga meminta jembatan baru sebagai pengganti jembatan Antilope dibangun lebih dulu sebelum girder box dipasang. Namun, di pertengahan jalan skenario berubah, girder box dipasang lebih dahulu sebelum jembatan pengganti selesai dibangun.

Bari mengatakan bahwa sejauh ini warga tidak keberatan dengan gangguan yang terjadi kemarin asalkan tak ada penutupan jembatan.”Kan yang dipermasalahkan warga kemarin ditutup total. Karena kan aksesnya dekat, masa sekolahnya disitu (seberang) misalnya, harus muter lagi,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, progres pembangunan jembatan pengganti sudah nampak, namun belum terhubung. Selama satu bulan lebih menunggu jembatan baru rampung, kendaran yang tak bisa melintas diarahkan menyeberang melalui Jembatan Kodam atau Kapin dan Jembatan Jatiwaringin.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Susanto mengatakan bahwa pembangunan jembatan baru dilaksanakan oleh PT KCIC.”Nanti Agustus sudah normal pakai jembatan baru, dibangun oleh KCIC,” katanya.

Sementara itu, PT KCIC mengatakan bahwa sebelum pemasangan girder box telah melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan warga setempat, termasuk dengan Dinas Perhubungan. Sesuai dengan surat edaran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi nomor 551.1/849/Dishub Lalin, kondisi ini akan berlangsung sampai 10 Agustus mendatang.

Pada saat sosialisasi dan koordinasi dengan warga setempat, disebut bahwa pada prinsipnya warga sekitar menyepakati sistem pengaturan lalu lintas. Jembatan tetap bisa dimanfaatkan secara terbatas, dan proses pembangunan proyek KCJB tetap berjalan.

“Sebagai bentuk pengamanan, dipasang pemberitahuan, portal di dua sisi, dan lampu penerangan. Selain itu dilakukan penjagaan 24 jam untuk memastikan warga aman ketika melintas,” ungkap Corporate Secretary PT KCIC, Rahadian Ratry.

Telah disusun skema pengalihan arus lalu lintas, bisa dimanfaatkan oleh kendaraan dengan ketinggian lebih dari 1,7 meter. Dua alternatif jembatan bisa dilalui oleh pengendara, yakni Jembatan Kodam Baru dan Jatiwaringin.

Setelah jembatan pengganti selesai dibangun, Jembatan Antilope akan dibongkar. Lalu lintas sepenuhnya akan melalui jembatan baru yang sedang dibangun. “Secara paralel pembangunan jembatan baru pengganti Jembatan Antilope sedang berprogres, dan ditargetkan selesai pada 10 Agustus 2022,” tambahnya.

Perusahaan yang ditunjuk untuk membangun jembatan pengganti memperkirakan pembangunan selesai pada akhir Juli mendatang.

“Kami selaku Asri Grup yang ditunjuk oleh Sini Hydro berusaha menyelesaikan jembatan penggantinya terlebih dahulu. Dimana jembatan pengganti selesai diperkirakan akhir Juli,” ungkap CEO Asri Grup, Sudjatmiko. (sur).