Peserta Program UMKM Juara Diminta Ikuti Kegiatan Secara Serius

FOTO BERSAMA: Peserta program UMKM Juara Kota Bekasi foto bersama dengan korda, pendamping, TWUP4,  perwakilan dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi maupun Provinsi Jawa Barat. EKO ISKANDAR/RADAR BEKASI    

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 135 peserta mengikuti program UMKM Juara Kota Bekasi. Mereka akan mengikuti berbagai kegiatan mulai dari pendampingan sampai kolaborasi selama empat bulan.

Para peserta diminta ikuti kegiatan secara serius. UMKM Juara merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang tujuannya menaikkan kelas usaha mikro kecil menengah (UMKM). Program ini telah memasuki tahun keempat.


Koordinator Daerah UMKM Juara Kota Bekasi Afif Ridwan menyampaikan, program UMKM Juara sudah berlangsung sejak 2019. Dari Kota Bekasi, pada 2019 yang diikuti 25 peserta kegiatan berlangsung selama enam bulan.

Karena pandemi Covid-19, pada 2020 kegiatan dilaksanakan selama dua bulan dan 2021 berlangsung selama satu bulan. Kegiatan dilaksanakan secara daring.


“Alhamdulillah tahun ini pandemi sudah membaik, kita laksanakan selama empat bulan mulai Juni sampai September,” ujar Afif.

Hal itu dikatakan Afif saat pembukaan program UMKM Juara di lantai dasar Blu Plaza Mall Kota Bekasi, Rabu (22/6/2022). Seremoni pembukaan program dilakukan oleh Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi Abdillah Hamta.

Pada tahun ini, terdapat lima pendamping dan satu koordinator dalam program UMKM Juara di Kota Bekasi. Satu pendamping akan mendamping 27 peserta.

“Berarti tahun ini, (UMKM Juara,Red) di Kota Bekasi jumlahnya (peserta,Red) 135 orang,” ucap pemilik usaha Oleh-oleh Khas Bekasi Bandeng Rorod tersebut.

Program UMKM Juara tahun ini mendapatkan respon sangat luar biasa dari para pelaku usaha di Kota Bekasi. Terbukti dari banyaknya jumlah pendaftar.

“Kami menerima sekitar 200 pendaftar. Setelah melalui proses verifikasi, hanya 135 yang kita lolos untuk mengikuti kegiatan kita,” ucapnya.

Pada tahun ini, program UMKM Juara mengangkat tema “Mengembangkan Skala Bisnis UMKM melalui Pemanfaatan Teknologi Informasi. Afif berujar bahwa saat ini sudah era digital.

Para pelaku usaha dituntut mampu menyesuaikan perkembangan yang terjadi. “Kita suka tidak suka, mau tidak mau harus ke dunia digital. Seperti pembayaran, seperti sekarang ini orang sudah mulai beralih dari uang tunai ke uang digital.  Nanti teman-teman UMKM akan diperkenalkan dengan dunia digital,” tuturnya.

Selain itu, tambah Afif, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang memiliki banyak manfaat. Kegiatan nantinya akan dilaksanakan di STMIK Bani Saleh.

“Kegiatan berupa pendampingan, kolaborasi dengan instansi pemerintah dan swasta, dan kegiatan-kegiatan lain yang tujuan utamanya adalah menaikkan kelas UMKM dari usaha kecil menengah menjadi kecil miliaran,” katanya.

“Oleh karena itu, kami berharap kepada teman-teman sekalian agar bisa mengikuti kegiatan kita secara serius. Tidak main-main. Sebab apa, peluangnya luar biasa,” imbuhnya.

Menurut Afif, terdapat dua UMKM jebolan program UMKM Juara angkatan pertama yang mendapatkan fasilitas dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengikuti pameran.

Yakni, Alkandara- produk bumbu instan dari Timur Tengah- mengikuti pameran di Bali. Kemudian Salaku-produk bumbu salak dan olahan salak- mengikuti bazar dalam acara Formula E di Jakarta.

“Dan kami dapat kabar hari ini bapak kepala dinas, kabid, kasi mengantar peserta UMKM Juara ke Milan Italia untuk ikut pameran. Nah kami berharap Kota bekasi nanti harus sampai bukan hanya ke Milan, tapi ke seluruh dunia produknya,” kata Afif seraya kembali mengingatkan kepada peserta program untuk serius mengikuti peluang yang sangat jarang tersebut.

Afif menjelaskan, terdapat sejumlah kriteria untuk mengikuti program tersebut. Antara lain, minimal omzet Rp100 juta per tahun dan pelaku usaha berusia 20-55 tahun.

“Kemudian memiliki semangat untuk maju dan berkembang,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Manajer Sentra UMKM Wilayah 2 bank bjb Sony Eko Hendarto menyampaikan, bank bjb siap memberikan dukungan finansial maupun nonfinansial kepada pelaku UMKM agar dapat maju dan berkembang. Untuk finansial, pelaku usaha bisa mengakses kredit modal kerja.

“Kita memiliki KUR, yang tentu saja bisa diakses oleh bapak ibu yang membutuhkan modal kerja maupun investasi untuk mengembangkan usahanya.  Kita juga memiliki Kredit Mesra. KUR suku bunga enam persen  setahun, sedangkan kredit mesra nol persen,” ujar Sony.

Sementara, dukungan nonfinansial berupa pendampingan dan pelatihan secara gratis. “Kita ada namanya Bincang Jumat bisnis dengan materi beragam dan narasumber yang kompeten,” katanya.

Sedangkan Abdillah Hamta mengatakan, pihaknya mendukung penuh program tersebut. Melalui program itu, peserta diharapkan dapat termotivasi untuk meningkatkan usahanya. (oke)