Tewas Diseruduk Argo Sindoro

DIEVAKUASI :Sejumlah petugas dibantu warga berusaha mengevakuasi minibus yang tertabrak kereta api Lokomotif Argo Sindoro di perlintasan kereta Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, Selasa (21/6).ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Nasib na’as menimpa Rochim Mustadi (40), warga Perum Bumi Cikarang Makmur, Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan. Rochim Mustadi tewas setelah kendaraan yang dikemudikannya ditabrak Kereta Api (KA) Lokomotif Argo Sindoro di perlintasan kereta api tanpa palang di Kampung Walet, Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/6/2022).

Saat itu korban bersama istri dan anaknya mengendarai mobil Toyota Avanza berwarna hitam, setibanya di lokasi kejadian, mesin kendaraan yang dikemudikannya tiba-tiba mati di tengah perlintasan kereta api. Secara bersamaan, kereta api jarak jauh Argo Sindoro Jurusan Semarang-Gambir melintas dengan kecepatan tinggi dari arah timur.


Sebelum kereta menabrak kendaraan yang dikemudikan korban. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik ini meminta istri dan anaknya turun dari mobil. Sementara dirinya memilih bertahan di dalam mobil. Sampai akhirnya, braakkk…kereta melintas dengan kecepatan tinggi menabrak kendaraan miliknya sampai terseret sampai dua kilometer.

“Istri korban itu adik kandung saya, sekarang kondisinya masih trauma, karena kejadian didepan mata dia. Dia itu disuruh turun sama suaminya, kan posisinya mobil mogok ditengah, mau maju kedepan enggak bisa, kebelakang juga enggak bisa, karena ada mobil, posisinya kan macet,” ujar anggota keluarga korban yang namanya enggan disebutkan, saat ditemui di RSUD Kabupaten Bekasi.


Menurutnya, korban bersama istri dan anaknya berniat mengambil ijazah TK murid-muridnya. Karena memang istri korban sebagai kepala sekolah TK di Cikarang Selatan. “Saya tahunya dia (korban) itu ke Tambun mau mengambil ijazah TK murid-muridnya untuk dibagikan buat tanggal 26 nanti,” ungkapnya.

Sehari-hari korban bekerja sebagai buruh pabrik. Rencananya, korban akan dimakamkan di kampung halamannya, yakni Kebumen. “Sehari-hari korban itu bekerja disebuah perusahaan, istri yang kepala sekolah TK. Rencananya korban akan dimakankan di Kebumen,” ucapnya.

Dari pantauan Radar Bekasi di RSUD Kabupaten Bekasi, pihak keluarga berkumpul menunggu otopsi jenazah korban. Situasi disana sangat hening, karena kejadian tersebut sangat mengejutkan pihak keluarga, terutama istrinya yang memang berkendara bersama-sama dengan korban.

Salah seorang warga yang berada di lokasi saat kejadian, Yudi menuturkan, sebelum kejadian korban sempat diminta untuk turun dari kendaraan miliknya oleh petugas penjaga palang pintu perlintasan kereta api. Namun, yang turun hanya istri dan anaknya saja. Sementara, korban tidak mau turun, masih berupaya menyalahkan mesin mobilnya, sampai akhirnya tidak bisa tertolong katena kereta dateng dan menabrak kendaraan tersebut.

“Saat korban melintas itu belum ada kereta, setelah mobil mogok, kereta dateng dan palang pintu ditutup, sempet diminta turun, tapi enggak mau, mungkin sayang sama mobilnya. Korbannya satu orang, istri dan anaknya selamat,” katanya.

Kejadian tersebut sangat mengejutkan pengendara lainnya, karena arus lalulintas sedang padat. Petugas dan warga yang berada dilokasi sempat kesulitan mengevakuasi jasad korban, lantaran terjepit oleh badan kendaraan yang ringsek, akibat hantaman keras dan terseret kereta api.

“Sempat karena mobil itu nyangkut di kereta, jadi kami angkat agar terpisah dari keretanya. Iya baru bisa kami keluarkan dan kami bawa ke rumah sakit,” ucap Kanit Samapta Polsek Tambun, AKP Bambang Farobi, saat dimintai keterangan.

Dalam insiden kecelakaan tersebut, polisi memastikan satu orang tewas. Sedangkan dua lainnya, yaitu istri dan anak korban selamat setelah sempat keluar dari mobil, sebelum kereta api bernomor CC 2061352 menghantam kendaraan mereka.

“Kira-kira terseret sampai dua kilometer dari TKP sampai di sini (lokasi mobil berhenti usai tertabarak),” ungkapnya.

Terpisah, PT KAI Daop 1 Jakarta sangat menyesalkan kejadian tersebut. Pasalnya, temperan mobil dengan KA Argo Sindoro mengakibatkan kerusakan pada sarana dan prasarana KA salah satunya kerusakan motor wessel.

Selain kerusakan prasarana KA, kejadian tersebut juga menyebabkan perjalanan terhambat karena terdapat sejumlah KA Jarak Jauh dan KRL yang belum dapat melintas selama proses evakuasi dilakukan.

“Saat ini tim KAI Daop 1 Jakarta bersama pihak-pihak terkait dan masyarakat melakukan evakuasi terhadap mobil yang masih tersangkut di lokomotif KA Argo Sindoro,” kata Eva Chairunisa, Kahumas PT KAI Daop 1 Jakarta.

PT KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada para pengguna jasa yang terdampak atas kejadian tersebut. “Kami mengingatkan kembali kepada pengguna jalan agar lebih berhati-hati apabila melintas di perlintasan sebidang, tengok kanan kiri sebelum melintas, selalu gunakan perlintasan sebidang yang resmi yang dilengkapi dengan palang pintu, sirine untuk keselamatan bersama,” katanya. (pra)