PPDB Rawan Permainan

MINTA BANTUAN: Walimurid calon peserta didik baru meminta bantuan sekolah untuk pendaftaran PPDB di SMKN 8 Kota Bekasi. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA, SMK, SLB tahun ajaran 2022/2023 rawan permainan. Pasalnya, verifikasi berkas pendaftar dilakukan secara manual oleh tim PPDB sekolah tanpa didampingi tim independen.


PPDB tahap kedua akan berlangsung pada 23 sampai 30 Juni. Sedangkan tahap pertama dilaksanakan 6 sampai 10 Juni 2022. Pengamat Pendidikan Imam Kobul Mohammad menilai, pelaksanaan PPDB tahap pertama tidak berhasil.

“Saya menilai PPDB kali ini tidak berhasil karena kurangnya sosialisasi. Banyak siswa yang terbuang karena memang kuota daya tampungnya terbatas,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Rabu (22/6).


Menurutnya, calon peserta didik hanya dapat meraba dan mencoba peruntungannya. Namun tidak memiliki kesiapan yang matang untuk memilih jalur yang tepat.

“Ini sudah salah dari awal, karena Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III tidak memberikan sosialisasi yang matang. Alhasil kasian CPD yang akhirnya cuma coba-coba dan mencoba peruntungannya saja,” katanya.

Dalam proses PPDB tahap kedua yang berlangsung mulai hari ini, Imam hanya bisa mengingatkan kepada masyarakat atau orangtua bahwa jangan berekspektasi tinggi anaknya dapat diterima di sekolah negeri.

“Sudahlah, masyarakat yang jarak rumahnya 2 km lebih gak usah mimpi akan keterima, jangan bikin repot diri sendiri. Karena sosialisasi yang kurang lah mereka jadi membuang waktu sia-sia karena tidak dapat informasi yang matang,” katanya.

Selain itu Imam juga menilai, sistem PPDB kali ini dianggap setengah kamar. Dimana proses verifikasi dilakukan secara manual oleh tim PPDB sekolah tanpa didampingi tim independen.

“Yang artinya tanda kutip bisa saja ada permainan, karena yang verifikasi data kan pihak sekolah sendiri dan tidak didampingi oleh pihak independen,” ujarnya.

Menurutnya jika verifikasi dilakukan secara manual oleh pihak sekolah, maka sudah seharusnya KCD menyediakan tim independen untuk mengawasi jalannya verifikasi data.

“Ini masukan aja, biar sama-sama enak dan tidak ada pikiran seperti itu. Karena PPDB itu sangat riskan sekali, sebab banyak masyarakat yang ikut terlibat,” katanya.

Sementara, Kepala KCD Pendidikan Wilayah III Asep Sudarsono menjelaskan, tim verifikasi merupakan tim yang sudah menandatangani pakta integritas.

“Mereka yang verifikasi adalah mereka yang merupakan tim PPDB yang sudah memiliki pakta integritas dan itu ditandatangani oleh panitia di atas materai. Di dalamnya berisi bahwa panitia berjanji tidak ada kecurangan dalam proses PPDB, khususnya di sekolah tersebut,” ujarnya.

Selain itu, KCD juga menilai bahwa sosialisasi yang diberikan sudah cukup maksimal. Sosialisasi telah disampaikan kepada sekolah, masyarakat, dan beberapa instansi terkait di wilayah sekolah.

“Saya rasa sosialisasi sudah cukup maksimal, karena kami sudah menyampaikannya kepada sekolah, masyarakat dan beberapa instansi seperti RT/RW, kelurahan dan kecamatan sudah semua,” tuturnya.

Asep berharap, PPDB tahap kedua yang akan dilaksanakan hari ini dapat berjalan dengan baik. “Kita berharap saja bahwa sistem PPDB dapat berjalan dengan baik, karena sekolah sudah melakukan persiapan yang matang untuk PPDB tahap kedua besok (hari ini,Red,” pungkasnya. (dew)