Berencana jadikan Digihub sebagai Komunitas Umum

Ibnu Triyanto, M. Kom

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Digital Hub atau Digihub merupakan fasilitas pendukung Yayasan Al Muslim sebagai Digital Islamic School atau Digislamic School, sebuah program yang memadukan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pendidikan, pembelajaran, dan pelayanan kepada stakeholder.


Ketua Digihub Al Muslim Ibnu Triyanto menjelaskan, latar belakang terbangunnya Digihub. “Hadirnya Digihub disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang begitu masif. Bukan untuk ditentang atau dihindari, tetapi diambil manfaat positifnya,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Sabtu (25/6).

Seiring perkembangan waktu dan pengalaman yang dilalui, kata Ibnu, Digislamic School juga ingin berbagi dengan berbagai pihak di luar yayasan untuk berkolaborasi dalam berbagi ilmu. Sehingga terbangunlah Digihub yang dapat memfasilitasi guru secara umum dalam mempelajari berbagai perkembangan pembelajaran di era digital.


“Berbagai pelatihan diperlukan untuk selalu mengupgrade guru dengan ilmu-ilmu yang kekinian. Digihub hadir sebagai sebuah tempat multifungsi antara lain untuk Digital Studio, Digital Training Center, Digital Class. Kolaborasi dapat berupa penggunaan fasilitas yang 100 persen gratis, penyediaan narasumber pelatihan, penyelenggaraan webinar, live streaming event dan berbagai kegiatan digital lainnya,” jelasnya.

Menurut Ibnu, hadirnya Digihub menjadi penghubung untuk memenuhi kebutuhan partner sesuai dengan moto Digihub yaitu “Your Digital Partner”. Para pengguna Digihub baik internal yayasan maupun dari luar otomatis menjadi anggota Digihub.

“Pada dasarnya semua civitas akademika adalah member Digihub, karena merekalah yang akan menggunakannya. Di luar itu kami menggandeng komunitas pendidik, komunitas penulis, serta berbagai institusi pendidikan, kami juga memberi kesempatan kepada alumni untuk berkolaborasi,” katanya.

Selain itu, hadirnya Digihub guru sangat terbantu dalam pembuatan modul pembelajaran digital, mendapatkan pelatihan, sekaligus dukungan dalam berbagai kegiatan. Tak hanya itu, siswa juga dapat menunjukkan eksistensinya ketika tampil menjadi presenter pada acara talkshow, webinar, dan berbagai kegiatan lainnya.

“Siswa juga dilibatkan dalam berbagai event sebagai tim Digihub, misalnya sebagai videographer, photografer, desain grafis, dan lain-lain yang sekaligus sebagai praktek lapangan bagi siswa SMK Multimedia atau ekstrakurikuler Fotografi,” ucapnya.

Menurutnya, Digihub memiliki sisi unik. Yaitu, semakin banyak kegiatan dan pengalaman yang dilakukan, maka dirasa akan lebih banyak menimbulkan ide-ide lain yang relevan untuk terus dikembangkan.

“Dampak yang terpenting adalah perubahan mindset bahwa kita bisa, kita mampu, dan ini ditunjukkan dengan bukti yang nyata melalui berbagai produk dan kegiatan yang sudah dihasilkan. Tentu saja masih ada kekurangan, tetapi akan  menjadi masukan untuk perbaikan selanjutnya,” katanya.

Saat ini, Digihub belum bisa dikatakan sebagai komunitas umum. Namun pada dasarnya Digihub sudah terbuka secara umum bagi seluruh guru yang ingin mengembangkan kemampuan pembelajaran digitalnya.

“Secara formilnya memang belum menjadi komunitas umum, tapi wadah pembelajarannya sudah terbuka untuk umum termasuk juga penggunaan fasilitasnya,” tuturnya.

Yayasan Al Muslim berencana untuk menjadikan Digihub sebagai komunitas umum pada tahun ajaran baru. “Kami sedang membentuk wadah dan konsepnya, rencananya itu semua akan bergerak di tahun ajaran baru ini,” terangnya.

Kedepan Digihub akan terus dikembangkan. Akan ada Digitalent Club yang mewadahi para siswa dengan berbagai talenta-talenta digital untuk disalurkan dalam berbagai kegiatan.

“Kami akan terus kembangkan Digihub ini, agar dampaknya bisa lebih luas lagi. Kami juga sudah merancang Digihub Academy yang Insyaallah akan ada prototype tahun depan,” pungkasnya.

Tak Pernah Lelah Tingkatkan Kemampuan dan Pengetahuan

Sebagai guru sekaligus dosen, Ibnu tak pernah lelah untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan agar siswa maupun mahasiswanya bisa mendapatkan pendidikan yang maksimal.

Diakuinya, kemajuan zaman telah membuat metode pembelajaran di sekolah maupun perguruan tinggi berubah sangat cepat. “Metode atau cara pembelajaran siswa atau mahasiswa itu berubah sangat cepat. Dahulu kita melakukan pembelajaran didominasi dengan tatap muka, tapi sekarang lebih didominasi dengan online atau menggunakan perkembangan digital,” ujar Ibnu.

Dengan demikian, menurutnya, menjadi sebuah kewajiban bagi guru maupun dosen untuk mengikuti perkembangan metode pembelajaran di era digital saat ini.

“Penting untuk kita mengikuti perkembangan yang ada. Jangan tutup mata dan pura-pura tidak tahu, karena masa depan generasi muda ada ditangan kita, tangan para pengejar yang ingin terus berkembang dan mengupgrade dirinya,” tuturnya.

Ibnu mengaku tidak pernah lelah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya. “Sebagai pengajar entah itu guru atau dosen menurut saya yang terpenting adalah tidak pernah lelah untuk mengupgrade kemampuan dan pengetahuannya. Kalau tidak mau belajar akan tertinggal dari siswa atau mahasiswanya,” pungkasnya. (dew)

BIODATA

Ibnu Triyanto

Lahir: Gunungkidul, 19 Februari 1972

Riwayat Pendidikan:

  • SDN V Wonosari Gunungkidul (1985)
  • SMPN 2 Wonosari Gunungkidul (1988)
  • SMAN 2 Wonosari Gunungkidul (1991)
  • D3 Manajemen Informatika AMIK BSI Jakarta (2000)
  • S1 Manajemen Informatika STMIK Nusa Mandiri Jakarta (2014)