Alhamdulillah, Calhaj Bekasi Sehat

ISTIMEWA/RADAR BEKASI FOTO BERSAMA : Tim pendamping ibadah haji indonesia Kota Bekasi, saat foto bersama. Mereka menyampaikan seluruh Calhaj asal Bekasi dalam keadaan sehat.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rombongan Jamaah calon haji (Calhaj) gelombang II yang tergabung dalam kloter 15 atau JKS 15 asal Kota Bekasi saat ini sudah tiba di Tanah Suci Mekkah. Mereka juga telah melaksanakan umroh sunnah dengan diliputi cuaca yang lebih sejuk dibandingkan saat beberapa hari lalu di Madinah.

Petugas Pembimbing Ibadah Haji (PPIH) dari Kloter JKS 15 asal Kota Bekasi KH Acep Basuni mengaku, diperkirakan seluruh rombongan jamaah calhaj gelombang II akan tiba di Mekkah, tanggal 2 Juli nanti.


Kiai Acep menyebut, secara umum Calhaj asal Kota Bekasi dalam keadaan sehat. Kendati demikian, beberapa jemaah ada yang mendapatkan pendampingan karena memiliki riwayat penyakit.

“Tapi yang jelas, Alhamdulillah secara umum semua masih dalam keadaan sehat dan bisa mengerjakan aktivitas sunah disini. Seperti mengerjakan ibadah salat wajib di Masjidil Haram dan melaksanakan umroh sunnah,” terangnya.


“Kami selaku petugas PPIH tentunya selalu memastikan kondisi kesehatan jamaah saat berada disini, bahkan tim dokter kami selalu siap apabila ada jamaah yang mengeluhkan kondisi kesehatannya selama disini,” tambah Kyai Acep.

Acep menambahkan, kondisi kesehatan para jamaah yang memiliki riwayat sedikit terganggu karena faktor cuaca yang berbeda dengan di Indonesia. Cuaca di Mekkah saat ini mencapai 40° celcius. Namun, dibandingkan dengan di Madinah kondisi disini lebih sejuk, karena kalau di Madinah bisa mencapai 50° celcius.

Sementara itu, peristiwa tidak menyenangkan terjadi di penginapan Calhaj Bekasi I JKH 4. Pasalnya, salah satu jemaah sedang ngecas powerbank, namun tanpa sadar terkena air dan terbakar. Alhasil, membuat sirene hotel bunyi sangat kencang hingga mengakibatkan kepanikan orang yang ada di lokasi.

“Jadi, saat kondisi kehebohan itu kita melihat ada jamaah yang keluar dengan menenteng (bawa) koper cuma pakai celana kolor, lalu ada juga perempuan lari keluar nggak pakai kerudung, kemudian sampai ada yang wara-wiri aja nggak tahu mau kemana. Pokoknya, dengan kondisi hiruk-pikuk begitu memang sudah menjadi hal yang kerap terjadi disini, dan tak tahu jalan keluarnya itu seperti apa,” kata petugas TPIHI JKH 4 asal Kota Bekasi, Nani Nuraini.

“Yang pasti kejadian seperti ini sudah biasa terjadi, dan kita harus nikmati dengan ikhlas dan serahkan semua kepada Allah SWT saja, karena kondisi hiruk-pikuk semacam itu udah jadi kebiasaan para jamaah disini,” sambungnya.

Menurut Nani, hiruk-pikuk para jamaah haji ketika di tanah suci baik itu di Madinah dan Mekkah sudah biasa terjadi. Karena banyaknya orang dengan aneka ragam dan karakter berbeda. Termasuk, kata dia, ketika hendak berangkat melaksanakan salat wajib suasana jamaah untuk naik lift itu penuh dan masing-masing saling berebut, begitu juga ketika pulangnya.

“Pokoknya kondisi disini masya allah sekali ya itu orang dari sekian banyaknya mau masuk lift aja sampai berebut. Jadi, kayak kelihatan sekali meski sudah orangtua jadi kayak anak-anak saja semua mau dulu-duluan masuk lift disini. Ya jelas, semua ini memang menjadi sebuah kebiasaan di setiap penyelenggaraan haji dan mesti dinikmati, serta harus dijalani dengan sabar dan ikhlas,” tutupnya. (mhf)