Penjualan Sapi untuk Qurban Turun Hingga 30 Persen

IKAT SAPI: Pedagang mengikat hewan sapi untuk qurban, di Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Rabu (6/7). ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penjualan sapi untuk qurban pada Idul Adha 1443 H di Kabupaten Bekasi, mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, disebabkan adanya wabah Penyakit Mulut Kaki (PMK).

Sementara untuk penjualan kambing atau domba, justru meningkat dibanding tahun sebelumnya, walaupun wabah PMK merebah di Kabupaten Bekasi.


Menurut pedagang hewan kurban, Tarsono, penjualan sapi mengalami penurunan karena adanya PMK. Namun demikian, untuk untuk penjualan kambing atau domba ada kenaikan dari tahun sebelumnya.

Adapun untuk kambing atau domba, dirinya menyediakan sebanyak 97 ekor, kemudian sampai sekarang sudah terjual 95 ekor.


Sedangkan untuk sapi, dari 135 ekor, yang baru terjual hanya 65 ekor. Biasanya, empat hari menjelang Idul Adha, pembeli sudah mulai ramai.

“Kalau untuk sapi penurunannya sampai 30 persen dari tahun sebelumnya. Sementara untuk kambing dan domba, itu kenaikannya sekitar 40 persen,” ucap Tarsono, Rabu (6/7).

Dirinya menilai, penurunan penjualan sapi karena masyarakat takut dengan wabah PMK. Walaupun sudah dipastikan wabah tersebut tidak menular ke manusia. Namun banyak masyarakat yang takut tertular, sehingga konsumen itu beralih ke kambing atau domba. Ia memastikan, untuk kesehatan hewan kurban yang dijualnya, sudah dicek sebelumnya.

“Dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, dokter hewannya langsung yang turun kesini dan memeriksa. Kami sudah mendapatkan vaksinasi PMK, dan dapat keterangan berupa banner yang terpasang disini, terkait kondisi seluruh hewan kurban yang ada. Jadi, sudah dinyatakan sehat dan sesuai persyaratan juga,” tuturnya. (pra)