RADAR BEKASI.ID, BEKASI – Wakil Ketua Pelaksana PPDB 2022 SMAN 4 Bekasi, Lili merespons demo warga di sekitar SMAN 4 Bekasi yang digelar Selasa (12/7) pagi.
Dia membenarkan adanya unjuk rasa warga dari RW 4, 12, 13 dan 19. Menurut Lili, warga yang memprotes kuota zonasi dan tidak masuk SMAN 4 Bekasi itu jarak rumahnya dengan sekolah jauh.
“Khususnya RW 4, 13 dan 19. Kalau RW 12 memang satu komplek, tapi jarak terjauhnya ada di 700 meter.
Sedangkan jarak terjauh yang kami miliki di angka 696.462,” ungkapnya.
Setelah melakukan audiensi, sambung Lili, perwakilan warga menerima dan mengerti dengan persoalan jarak rumah dengan sekolah itu.
“Tapi memang mereka semua ingin diberikan prioritas karena menganggap rumahnya dekat dengan sekolah,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut Lili, sekolah SMAN 4 Bekasi itu ada di perbatasan, yaitu antara Bekasi Utara dan Medansatria. Jadi mengikuti radius jarak saja.
“Tahun ini sekolah menerima siswa keseluruhan 432. Dan sebanyak 217-nya adalah jalur zonasi,” ungkapnya.
Sementara itu, beberapa orang warga perwakilan dari RW 4, 12, 13 dan 19 yang melakukan aksi demo di depan SMAN 4 Bekasi, Jalan Perumahan Harapan Jaya, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengikuti audiensi dengan perwakilan sekolah SMAN 4 Bekasi.
Usai pertemuan dengan pihak SMAN 4 Bekasi, salah satu perwakilan warga yang masuk mengikuti audiensi, Ambari mengaku, bahwa audiensi dengan pihak SMAN 4 tidak membuahkan hasil. (pay)









