Persoalkan Kuota Zonasi SMAN 4 Bekasi

UNJUK RASA:Sejumlah orang tua di sekitar SMAN 4 Bekasi berunjuk rasa terkait kuota zonasi lingkungan dalam PPDB 2022, Selasa (12/7). IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah warga di sekitar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Bekasi berunjuk rasa, Selasa (12/7). Pengunjuk rasa berasal dari sejumlah RW sekitar SMAN 4 Bekasi, yakni RW 04, 12, 13 dan 19 di Kelurahan Harapanjaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Aksi unjuk rasa ini buntut dari kekecewaan warga. Sebab, beberapa anak dari warga sekitar tidak masuk SMAN 4 Bekasi berdasarkan kuota zonasi. Padahal, jarak rumah mereka dengan SMAN 4 Bekasi terbilang sangat berdekatan.


Salah satu warga RW 12, Ibo (40) mengaku, sebagai warga yang bersebelahan dengan SMAN 4 Bekasi. Tetapi di RW 12 itu kurang 10 orang yang tahun ini masuk SMAN 4 Bekasi.

“Pakai akal logis nih. Di SMAN 4 dikelilingi RW 10, 12, Perum SBS dan sebelahnya perusahaan. Jadi kalau di bawah dari 10 orang, RW saya di bawah 10 orang yang tahun ini masuk SMAN 4,” kata Ibo sapaan akrabnya kepada RADARBEKASI.ID, saat menggelar aksi di depan SMAN 4 Bekasi.


Dia mempertanyakan, data 217 siswa yang masuk berdasarkan kuota zonasi. Sementara warga yang bersebelahan tidak terakomodir masuk SMAN 4 Bekasi.

“Mana mungkin ada ratusan anak di lingkungan yang sama, masuk sekolah SMA di tahun yang sama,” tanyanya heran.

“Padahal zonasinya masuk karena RW bersebelahan dengan sekolah. Jadi salah siapa? kita nggak tau. Makanya kita lakukan aksi disini,” ungkapnya.

Meski begitu, dirinya tidak menafikan bahwa setiap tahun ada anak lingkungan yang masuk SMAN 4 Bekasi. Hanya dia heran, jumlahnya tahun ini mencapai ratusan orang.

“Kalau ratusan orang tidak mungkin masuk setiap tahun dan itu tidak masuk akal,” sambungnya.

“Intinya di RW kita ngedata itu 10 orang kurang. Kita minta fungsi SMAN 4 Bekasi ini memberikan zonasi ke siapa,” tanyanya.

Dalam tuntutannya, warga sekitar meminta SMAN 4 Bekasi transparan terkait kuota zonasi. Jangan sampai anak-anak di lingkungan sekolah putus sekolah karena tidak diterima di SMAN 4 Bekasi.

“Kita harap pihak SMAN 4 ini transparan terkait zonasi. Karena zona Ini lebih besar kuotanya dari jalur lainnya,” ungkapnya.

Sementara, sejumlah warga yang ikut aksi terlihat membentangkan poster kekecewaan terhadap SMAN 4 Bekasi.

Wakil Ketua Pelaksana PPDB 2022 SMAN 4 Bekasi, Lili merespons demo warga di sekitar SMAN 4 Bekasi yang digelar kemarin.

Dia membenarkan adanya unjuk rasa warga dari RW 4, 12, 13 dan 19. Menurut Lili, warga yang memprotes kuota zonasi dan tidak masuk SMAN 4 Bekasi itu jarak rumahnya dengan sekolah jauh.

“Khususnya RW 4, 13 dan 19. Kalau RW 12 memang satu komplek, tapi jarak terjauhnya ada di 700 meter. Sedangkan jarak terjauh yang kami miliki di angka 696.462,” ungkapnya.

Setelah melakukan audiensi, sambung Lili, perwakilan warga menerima dan mengerti dengan persoalan jarak rumah dengan sekolah itu.

“Tapi memang mereka semua ingin diberikan prioritas karena menganggap rumahnya dekat dengan sekolah,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Lili, sekolah SMAN 4 Bekasi itu ada di perbatasan, yaitu antara Bekasi Utara dan Medansatria. Jadi mengikuti radius jarak saja.

“Tahun ini sekolah menerima siswa keseluruhan 432. Dan sebanyak 217-nya adalah jalur zonasi,” ungkapnya.

Sementara itu, beberapa orang warga perwakilan dari RW 4, 12, 13 dan 19 yang melakukan aksi demo di depan SMAN 4 Bekasi, Jalan Perumahan Harapan Jaya, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mengikuti audiensi dengan perwakilan sekolah SMAN 4 Bekasi.

Usai pertemuan dengan pihak SMAN 4 Bekasi, salah satu perwakilan warga yang masuk mengikuti audiensi, Ambari mengaku, bahwa audiensi dengan pihak SMAN 4 tidak membuahkan hasil. (pay).