BPBD Salurkan Air Bersih ke Desa Sukawangi

ANTRI AIR: Sejumlah warga mengantri untuk mendapatkan air bersih dari BPBD Kabupaten Bekasi, di Kampung Kalen-Keramat, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukawangi, Rabu (13/7). PRA/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, mengirimkan satu tangki air bersih ke Kampung Kalen-Keramat, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, Rabu (13/7).

Pengiriman air bersih tersebut dilakukan, setelah adanya keluhan dari warga di Kampung Kalen-Keramat, yang kesulitan mendapat air bersih setelah pompa satelit air di wilayah tersebut mati.


“Kami mengirim satu tangki air bersih ke Kampung Kalen-Keramat, karena ada permintaan dari warga,” tutur Kepala BPBD Kabupaten Bekasi, Henri Lincoln, kepada Radar Bekasi, Rabu (13/7).

Menurutnya, di Kampung Kalen-Keramat ini bukannya kekeringan, melainkan karena pompa air satelit milik desa, sudah tidak berfungsi. Pada prinsipnya, kata Lincoln, pihaknya akan mengirimkan air bersih ke wilayah yang membutuhkan, apabila ada permintaan secara tertulis.


“Kalau ada wilayah yang kesulitan mendapatkan air bersih, berkirim surat saja ke BPBD, kami akan mengirimkannya,” janji Lincoln.

Dalam dua tahun ini, ada penambahan wilayah yang kesulitan air bersih, yakni Sukawangi. Sebelumnya, hanya wilayah Selatan Kabupaten Bekasi saja, seperti Cibarusah, Bojongmangu, Serang Baru, Cikarang Pusat, dan lainnya. “Sukawangi sudah dua tahun kesulitan air bersih. Pada tahun lalu juga kita sudah mengirimkan air bersih,” ungkapnya.

Sebelumnya, selama dua tahun, warga Kampung Kalen-Keramat, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, kesulitan mendapatkan air bersih, disebabkan pompa air satelit milik desa setempat mati dan tidak kunjung diperbaiki sampai sekarang.

Padahal, keberadaan pompa satelit air di wilayah tersebut sangat dibutuhkan oleh warga, terutama saat musim kemarau.

Dari informasi yang Radar Bekasi peroleh, pompa satelit air dimanfaatkan oleh ratusan rumah warga di Kampung Kalen-Keramat. Namun setelah tidak berfungsi, warga harus membeli air untuk kebutuhan memasak, mencuci, dan yang lainnya.

Kesulitan air ini kerap disampaikan kepada aparatur desa maupun kecamatan setempat. Hanya saja, keluhan tersebut terkesan tidak didengar.

“Sudah sering ngeluh, tapi nggak pernah didengar. Padahal warga disini benar-benar kesulitan air,” ujar salah satu warga Kampung Kalen-Keramat, Jaya (38), kepada Radar Bekasi, Selasa (12/7). (pra)