Guru di SDN Terkena Merger, Tetap Harus Siapkan Bahan Ajar

Krisman Irwandi, Sekretaris Disdik Kota Bekasi

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Guru di SDN di Kota Bekasi yang tahun ini masuk dalam deretan sekolah terkena merger tetap harus menyiapkan bahan ajar bagi siswanya.


Dinas Pendidikan (Disdik) menetapkan 74 unit akan dilakukan merger menjadi 34 unit. Penggabungan sekolah itu dilakukan karena memiliki jumlah siswa kurang dari 200 orang.

Sekretaris Disdik Kota Bekasi Krisman Irwandi menyampaikan, sampai saat ini progres merger sekolah masih terus dilakukan. “Progres merger masih berjalan, kami juga lagi pantau terus. Dan untuk (guru,Red) sekolah yang kena merger tetap harus mempersiapkan bahan ajar untuk siswa kelas 2, 3, 4, 5 dan 6 nya,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (14/7).


Sebab menurutnya kegiatan pembelajaran tatap muka harus tetap berlangsung di tahun ajaran baru 2022/2023. Meskipun surat keterangan (SK) merger sekolah belum keluar.

“Jika SK belum keluar kegiatan KBM harus tetap berjalan, karenakan guru, siswa, sama kepala sekolahnya kan masih di situ. Jadi jalankan saja dahulu yang ada sambil menunggu SK turun,” ucapnya.

Krisman kembali menegaskan bahwa sampai saat ini pihaknya masih terus memantau proses penandatangan SK merger sekolah oleh Pelaksana tugas (Plt) wali kota Bekasi.

“Kami masih terus menanyakan dan memantau progres penandatangan SK, jadi kita semua juga lagi sama-sama menunggu. Semoga saja minggu-minggu ini SK nya bisa keluar,” tuturnya.

Sementara, Plt Kepala SDN Jatimekar XI Kota Bekasi Supriadi menjelaskan, saat ini sekolahnya telah menyiapkan bahan ajar untuk menyambut tahun ajaran baru 2022/2023.

“Sekolah saya itu merupakan salah satu sekolah yang akan terkena merger, namun begitu kami tetap menyiapkan bahan ajar. Karena sampai sekarang SK merger sekolahnya juga belum turun,” terangnya.

Supriadi menjelaskan, sekolahnya masih memiliki tanggung jawab terhadap sejumlah siswa yang saat ini menginjak usia kelas 2, 3, 4, 5 dan 6.

“Kami masih punya tanggung jawab untuk 170 siswa yang lain, jadi sebelum SK turun kami akan menjalankan pembelajaran sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan,” tukasnya. (dew)