Warga DAS Diminta Waspada

BANJIR: Warga berjalan melintasi banjir yang merendam pemukiman warga di Kampung Lebak, Telukpucung, Bekasi Utara, Sabtu (16/7). BMKG memperkirakan curah hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi mengguyur sebagian wilayah Indonesia khususnya Bekasi selama sepekan ke depan hingga 23 Juli 2022. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Banjir sempat menggenang belasan titik permukiman warga yang berada di sepanjang aliran Kali Bekasi akibat curah hujan tinggi dan meluapnya aliran Kali Bekasi, akhir pekan kemarin.

Bencana banjir di musim kemarau kali ini mengingatkan kejadian serupa yang pernah terjadi pada bulan April 2016 silam. Saat ini, warga yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) masih diminta waspada, lantaran potensi hujan masih akan terjadi di hulu maupun hilir.


Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi pada hari jumat dan Sabtu kemarin, total ada 11 titik banjir, satu titik bantaran kali longsor, 13 jiwa harus mengungsi dari rumah mereka ke tempat yang lebih aman. Belasan titik banjir tersebut tersebar di enam wilayah kelurahan, di empat wilayah kecamatan.

Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C) menerima laporan hujan sangat lebat terjadi di hulu kedua sungai dari pos pantau yang berada di hulu pada Jumat Sore. Pukul 18.00 WIB, Tinggi Muka Air (TMA) mulai naik. Catatan tertinggi TMA sungai Cileungsi 420 cm, Cikeas 380 cm, dan P2C atau hulu Kali Bekasi 670 cm.


Akibatnya, banjir menerjang kawasan permukiman di sepanjang aliran hilir sungai Cileungsi pukul 23.30 sampai 05.30. Sedangkan di bagian hilir Kali Bekasi, banjir terjadi pada pagi harinya.

Kondisi TMA kemarin disampaikan oleh ketua KP2C, Puarman lebih tinggi dibandingkan banjir yang terjadi pada 16 April 2022.

“Nah kalau prediksi BMKG ini masih akan berlanjut seminggu kedepan ya. Kita memantau terus nih di hulunya, tadi juga sempat ketar ketir, tapi baru hanya mendung saja,” katanya, Minggu (17/7).

Susur sungai dilakukan oleh KP2C di kawasan hilir sungai Cikeas, didapati tidak kurang dari 23 titik longsor di sepanjang bantaran kali, didapati di wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi.

Sedangkan sampah, yang didapati tidak dalam jumlah besar, sehingga bisa diatasi. Ia memberikan catatan mengenai keberadaan tempat pembuangan sampah liar di sepanjang bantaran sungai. Hal ini menjadi masalah baru setelah masyarakat sudah memahami untuk tidak membuang sampah ke sungai.

Situasi di hulu akhir-akhir ini masih cenderung berawan. Hal serupa juga terjadi di Kota Bekasi, matahari nampak tidak maksimal menyinari Kota Bekasi dua hari terakhir.

“Dua hari ini mendung-mendung, barusan saya terima, informasi juga mendung-mendung,” tambahnya.

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan curah hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia sepekan ke depan, tepatnya tanggal 16 sampai 23 Juli 2022. Hal ini disebabkan masih aktifnya fenomena dinamika atmosfer skala global dan regional yang cukup signifikan, membuat potensi hujan masih terjadi meskipun sudah memasuki musim kemarau.

Di wilayah Bekasi, dalam tiga hari kedepan cuaca diperkirakan dominan berawan dengan potensi hujan ringan. Potensi hujan di Bekasi sepekan ke depan cenderung menurun.

“Potensi hujan di wilayah Bekasi pada tiga hari kedepan diperkirakan dominan berawan dengan potensi hujan ringan dapat terjadi pada malam hari,” kata Sub Koordinator Bidang Prediksi Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani.

Prakiraan cuaca di wilayah hulu, atau Kabupaten Bogor tidak jauh berbeda dengan Bekasi. Kondisi cuaca di hulu hampir sama dengan Bekasi.”Bogor masih hujan sedang seperti ini, terutama di tanggal 19 sampai 21,” tambahnya. (sur).