Pemkot Janjikan Bangun Ulang

PENDINGINAN: Petugas Damkar Kota Bekasi melakukan pendinginan bangunan kios yang ludes terbakar di Kawasan Terminal Induk Bekasi, Kota Bekasi, Selasa (19/7). Belasan kios PO bus dan rumah makan ludes terbakar yang diduga disebabkan oleh tabung gas bocor. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Belasan kios di area Terminal Induk Kota Bekasi ludes dilalap si jago merah. Api yang diduga berasal dari salah satu kios menyambar dan menghanguskan belasan kios lainnya.

Atap bangunan kios yang mudah terbakar memudahkan api merambat ke bangunan kios lain. Dari total 32 kios di lokasi itu ada sedikitnya 18 kios yang terbakar. Kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp126 juta.


Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi mengatakan peristiwa ini terjadi sekira pukul 08.05. Api benar-benar bisa dipadamkan dua jam setelah petugas menerima informasi dari warga.

“Kejadian bermula saat salah satu kios sedang memasak lalu terjadi kebocoran pada gas, dan api membesar menyambar atap yang mudah terbakar,” terang Kasi Komunikasi dan Investigasi Dinas Damkar Kota Bekasi, Heri Kurniawan.


Api berhasil dijinakkan setelah Dinas Damkar menerjunkan total delapan armada ke lokasi kejadian. Enam unit mobil pemadam ditambah dua unit mobil rescue. Kerugian akibat peristiwa diperkirakan Rp 126 juta.

Selain kerugian materi, ada tiga korban luka bakar dalam peristiwa tersebut. Beruntung satu orang pemilik rumah makan dan dua petugas Dinas Damkar hanya mengalami luka ringan.

“Satu dari pemilik rumah makan Padang yang sedang memasak, dua dari petugas pemadam saat memadamkan terkena percikan oli,” tukasnya.

Sementara, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto juga sempat meninjau lokasi kebakaran di Terminal Induk Kota Bekasi, Jalan Ir Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (19/7).

Tri berencana akan membangun kembali ruko atau kios dengan APBD parsial 2023.“Saya minta Perkimtan segera bikin konsep (desain) bangunan untuk menggantikan kios yang terbakar. Dan karena ini semua bangunan lama nanti dibongkar, didesain ulang lantai dua. Di atas jualan tiket di bawah ruang menunggu penumpang. Pakai APBD,” katanya.

Sementara, selama belum dibangun, lanjut dia, para pedagang dan penjualan tiket akan dipindahkan ke lantai satu kantor kepala terminal.

Tri, sapaan akrabnya, juga mengatakan pembangunan kios nantinya akan menggunakan APBD karena lokasinya masih di lingkup kerja Terminal Bekasi.“

Posisi tanah milik Kota Bekasi berdasar BA 28, karena itu kita akan berkordinasi dengan pihak Pemerintah Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Kepala Terminal Induk Kota Bekasi, Acim Maulana mengatakan, kebakaran terjadi hari ini sekitar pukul 08.00 yang diduga karena adanya gas bocor di lokasi kios pedagang masakan Padang. Sebanyak 18 kios hangus terbakar dan sudah tidak dapat digunakan kembali.

“Tadi (kemarin) sekitar pukul 08.00, salah satu pedagang sedang masak dan diduga ada gas bocor. Satu orang terluka dan sudah dibawa ke Rumah Sakit (RS). Kerugian ditaksir sekitar Rp 126 juta,” singkatnya.

Pemadaman dilakukan oleh delapan unit mobil Pemadam Kebakaran Kota Bekasi. Saat ini api sudah dapat dipadamkan.

Namun, ada dua orang anggota yang terluka pada saat pemadaman langsung ditangani.“Kita terjunkan delapan unit mobil pemadam yang diturunkan dan ada dua pasukan yang terluka. Karena memang ada dugaan di salah satu kios ada solar. Asapnya kan hitam pekat. Tapi saat ini sudah hijau lokasi kebakarannya,” tutup Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi Aceng Solahudin. (sur/pay).