Pelajar Bisa Punya Tabungan Emas dari Sampah

FOTO BERSAMA: Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (kelima dari kiri), TWUP4 Kota Bekasi Benny Tunggul (ketiga dari kiri), Kepala KCD Pendidikan Wilayah III Asep Sudarsono (keempat dari kiri), saat foto bersama dengan siswa SMAN 1 Kota Bekasi. Jesica Aryanti/Radar Bekasi

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Para pelajar SMAN 1 Kota Bekasi bisa punya tabungan emas dari hasil pengumpulan sampah di lingkungan sekolah mereka.


Pada Rabu (20/7), Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meluncurkan program Bekasi Hebat Zero Sampah “Gerakan Mari Berinvestasi Emas Melalui Sampah di SMAN 1 Kota Bekasi. Program ini dimulai dengan penyerahan drop box.

Turut hadir dalam peluncuran program antara lain, Direktur Inkubator Pentahelix Kota Bekasi Yursodi, Tim Wali Kota untuk Percepatan Penyelenggaraan Pemerintah dan Pembangunan (TWUP4) Kota Bekasi Benny Tunggul, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Asep Sudarsono, Kepala SMAN 1 Kota Bekasi Asep Jamal Nurarifin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Yayan Yuliana.


Dalam kesempatan itu, Mas Tri-sapaan akrab Tri Adhianto-  secara simbolis menyerahkan tabungan emas dari Pegadaian kepada perwakilan siswa di sekolah tersebut. Penyerahan tabungan tepat sebulan setelah penyerahan drop box.

“Secara bertahap tentunya Pemerintah Kota Bekasi sangat peduli dengan kondisi sampah yang ada, tahapan yang kita lakukan sebetulnya sudah sangat panjang dalam sosialisasi tentang sampah ini, mulai dari bank sampah dan sebagainya. Maka dari itu dalam melakukan perubahan kita tidak bisa berjalan sendiri, harus ada kolaborasi dari masyarakat maupun dari dunia pendidikan,” ungkap Mas Tri.

Drop box merupakan kotak sampah digital yang bisa menjadi tabungan emas para siswa. Caranya, siswa memasukan sampah yang terdapat barcode pada kemasan seperti sampah botol bekas, kardus, bungkus snack dan sebagainya, lalu scan barcode yang ada di kotak drop box menggunakan aplikasi Mount Trash.

Setelah itu, secara otomatis akan masuk dana ke dalam aplikasi tersebut dan setelah terkumpul sebesar Rp50 ribu nantinya akan di transfer ke tabungan emas para siswa.

“Dalam program ini kita juga mengedukasi para siswa agar tidak lagi menjadikan sampah sebagai musuh, akan tetapi sampah yang tadinya dalam bentuk plastik bekas pakai dapat dijadikan benda yang bernilai ekonomis yang dapat bermanfaat,” ujar Deputi Bisnis Pegadaian Area Bekasi Tinggi Pardomuan.

Menurutnya, kalua drop box sudah penuh nantinya secara berkala sampah-sampah yang ada di dalam kotak akan diambil lalu dijual. Hasil penjualan sampah itu akan di top up menjadi tabungan emas.

Ia menargetkan, setiap siswa nantinya diharapkan dalam jangka tiga tahun sudah dapat memiliki tabungan emas sebesar 10 gram yang kalau dirupiahkan kurang lebih dapat Rp10 juta. Dana tersebut tentunya dapat digunakan untuk keperluan biaya melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi.

Dikatakannya, fasilitas drop box ini direncanakan untuk disebar ke berbagai sekolah, tidak hanya di SMAN 1 Bekasi. “Nanti kita melihat perkembangan tabungan sampah yang ada disini dulu, lalu kedepannya bagi sekolah-sekolah yang berminat untuk menyediakan drop box ini pasti akan kita distribusikan,” katanya.

Kepala SMAN 1 Bekasi Asep Jamal Nurarifin mengucapkan selamat atas program Bekasi Hebat Zero Sampah. “Saya berharap berjalannya program ini dapat lancar kedepannya serta menjadi motivasi bagi setiap siswa agar membuang sampah pada tempatnya dan rajin menabung emas,” ungkap Asep. (cr1)