Progres Revitalisasi Pasar Kranji Nihil

SEMRAWUT: Kondisi Pasar Kranji terlihat semrawut dan sempit. Pedagang harus menempati tempat sementara, menyusul adanya pembongkaran pasar, bagian dari revitalisasi. Namun sudah dua tahun berjalan revitalisasi nihil progres. IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Revitalisasi Pasar Kranji dalam kondisi mangkrak. Hingga saat ini belum terlihat progres pembangunan yang dilakukan oleh PT Annisa Bintang Blitar (ABB), selaku pengembang Pasar Kranji.

Pasalnya, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi sudah dua kali melakukan teguran tertulis kepada PT ABB terkait belum dilakukanya pembangunan revitalisasi Pasar Kranji Baru yang berada di Jalan Patriot, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.


“Kita sudah kasih teguran tertulis sebanyak dua kali ke PT ABB. Karena belum ada progres pembangunan yang dilakukan olehnya sampai sekarang,” kata Kepala Disdagperin Kota Bekasi, Tedi Hafni, Rabu (20/7).

Menurutnya, perjanjian kerjasamanya jelas bahwa pembangunan dilakukan sejak 2019 sampai tiga tahun ke depan. Namun, sampai saat ini belum ada aktivitas pembangunan.


Sebab, sambung Tedi, dalam PKS tersebut biaya pembangunan dari PT ABB. “Kalau ditanya sekitar berapa biayanya kurang lebih Rp 30 miliar lebih,” ucapnya.

Tedi sapaan akrabnya juga mengaku, selain sudah melakukan teguran tertulis sebanyak dua kali, Pemkot Bekasi juga sudah memanggil PT ABB kemarin.

Tetapi, hingga saat ini belum ada jawaban dari pihak ketiga tersebut. Dirinya mengaku kecewa karena sebanyak 800-an pedagang yang ada di Pasar Kranji hingga saat ini belum melihat adanya pekerjaan pembangunan.

“Kita akan evaluasi kegiatan revitalisasi pasar, dengan tim sampai sejauh mana progresnya. Demikian pula menyangkut hak dan kewajibannya sesuai PKS yang ada. Kita juga ambil langkah harus segera dibangun,” jelasnya.

Revitalisasi pasar menurutnya dilakukan agar fisik bangunan pasar lebih bagus sehingga masyarakat yang berbelanja akan lebih merasa nyaman. Terlebih rencananya pembangunan juga dilakukan dua lantai.

“Ini kaitannya dengan pedagang dan fisiknya harus lebih baik. Tim mendorong agar PT ABB segera melakukan proses pembangunan. Hal ini karena PKS sudah jalan dua tahun namun prosesnya tidak ada. Pemkot juga harus segera ambil langkah. Dan kita sudah melakukan teguran 1 dan 2. Intinya agar segera diselesaikan sesuai PKS, ” ungkapnya

Pemkot Bekasi juga mendorong agar tahun 2022 pembangunan revitalisasi Pasar Kranji sudah selesai dilakukan sehingga dapat dinikmati masyarakat.

“Perjanjian Kerjasama (PKS) dari tahun 2019 harusnya tahun ini sudah selesai. Untuk sanksi berikutnya kita menunggu jawaban setelah pertemuan kemarin. Bisa saja putus jika tidak ada progres kemungkinan besar begitu,” pungkasnya.

Diketahui akibat lambatnya rencana revitalisasi turut berimbas kepada pedagang yang harus menempati tempat sementara yang dinilai berpengaruh pada omset mereka.

Pantauan Radar Bekasi pedagang ada yang menempati bangunan sementara sisi area Pasar Kranji, serta Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Jalan Bintara. Akibatnya, kemacetan kerap terjadi di depan pasar sementara hingga simpang Pasar Kranji. (pay/one).