SK Merger SD Belum Keluar, Guru Masih Mengajar di Sekolah Asal

Krisman Irwandi, Sekretaris Disdik Kota Bekasi

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Surat keterangan (SK) merger sekolah jenjang SD di Kota Bekasi dari 74 unit menjadi 34 unit belum juga keluar hingga memasuki hari keempat tahun ajaran baru 2022/2023, Kamis (21/7).


Oleh sebab itu, Dinas Pendidikan (Disdik) setempat mengarahkan para guru di sekolah yang akan digabung tersebut agar tetap mengajar di satuan pendidikan asal.

“Sekarang SK belum keluar,  jadi guru masih diarahkan untuk mengajar di sekolah asalnya masing-masing,” ungkap Sekretaris Disdik Kota Bekasi Krisman Irwandi, saat ditemui Radar Bekasi, kemarin.


Krisman belum dapat dipastikan waktu keluarnya SK tersebut. Dikatakannnya, setelah SK keluar pihaknya akan melakukan pemetaan guru berdasarkan kebutuhan.

“Pemetaan guru itu akan kami sesuaikan dengan jumlah rombel, misalnya di SD induk itu guru nya sudah terpenuhi. Nah guru kelas 5 yang di merger itu nanti kita petakan ke sekolah lain yang masih membutuhkan guru, tapi untuk pemetaannya masih di wilayah yang sama,” jelasnya.

Semenatara, Guru SDN Jatimekar XI Kota Bekasi David Chandra mengungkapkan, saat ini tugasnya sebagai guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) masih tetap berjalan seperti biasa.

“Saya kebetulan di sekolah mengajar sebagai guru PJOK kelas 1,4, dan 5. Dan untuk tahun ajaran baru ini saya masih mengajar di sekolah asal,” ucapnya.

Dengan adanya pemetaan bagi sejumlah guru setelah merger sekolah, dirinya mengaku siap bila ditugaskan di satuan induk atau lainnya. Terpenting tugasnya sesuai dengan kemampuan.

“Kalau saya siap-siap saja jika harus dipindahkan ke induk ataupun sekolah lain, yang terpenting saya bisa menjalankan tugas sesuai dengan tupoksi saya,” tuturnya.

Ia mengaku, keterlambatan SK merger sekolah membuatnya sedikit bingung. Pasalnya saat itu belum ada arahan apapun baik dari Disdik maupun sekolah.

“Untuk awal sempat bingung juga ini sekolah mau di merger, tapi saya belum tahu nanti saya dipindah tugaskan kemana. Tapi H-3 sebelum masuk ternyata ada informasi kalau SK merger akan ada keterlambatan, jadi guru asal masih tetap bertugas untuk mengajar siswa yang ada,” tukasnya. (dew)