RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kegiatan pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran 2022/2023 di SDN Jakasetia 1 bagi siswa baru sudah berjalan hampir selama sepekan.
Para siswa baru di SDN Jakasetia 1 mengikuti pembelajaran secara langsung di kelas mulai Kamis (21/7). Sebelumnya selama tiga hari pada Senin – Rabu (18-20/7), mereka mengikuti kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah.
Biasanya, beberapa hari saat awal masuk sekolah para orangtua atau wali murid siswa baru rela menunggu anaknya yang sedang belajar. Mereka menunggu di depan kelas karena khawatir buah hatinya menangis di tinggal sendirian.
Namun berdasarkan pantauan Senin (25/7) kemarin, suasana itu tak terlihat di sekolah ini. Kepada Radar Bekasi, Operator SDN Jakasetia 1 Amilia Trianasari menyebut, peserta didik baru di sekolahnya tahun ini berjumlah 60 siswa.
Menurutnya, saat ini tidak ada orangtua siswa baru menunggu anaknya di depan kelas. “Memang sebenarnya di hari pertama pembelajaran, ada kesepakatan yang dibuat oleh guru-guru dengan siswa dengan cara menasehati mereka kalau mamah atau papah nya sudah tidak boleh menengok para siswa yang sedang belajar di depan kelas lagi,” ungkap Tri.
Dalam kesempatan yang sama, Guru SDN Jakasetia 1 Mujiah yang mengajar siswa kelas 1 mengatakan, pihaknya menyampaikan kepada orangtua siswa untuk mulai dibiasakan untuk tidak melihat bahkan sampai menunggu kegiatan belajar para anaknya di depan kelas.
Hal itu disampaikan saat kegiatan upacara hari pertama pengenalan sekolah yang dihadiri oleh kepala sekolah, ketua PPDB, guru, serta para siswa baru yang didampingi oleh para orangtua.
“Kita menyampaikan kalau memang bapak atau ibu selaku wali murid memang sudah siap anaknya sekolah di sini, maka bapak ibu sekalian juga harus siap mengikuti aturan yang sudah ada di sekolah ini,” ujar Mujiah.
Menurutnya, sejauh ini para orangtua dapat mengerti dengan arahan tersebut. Terlebih peraturan tersebut memiliki tujuan agar para siswa baru nantinya akan semakin mandiri.
Terbukti pada hari pertama berjalannya pembelajaran tatap muka hingga kemarin sudah tidak ada wali murid yang menengok kegiatan belajar anaknya di sekitaran kelas.
Mujiah mengaku, pada saat hari pertama pembelajaran tatap muka ada beberapa siswa baru yang menangis karena terpisah dari orangtuanya. Namun, ia menjelaskan bahwa guru-guru di sekolah tempatnya mengajar memiliki metode masing-masing dalam mengatasi hal tersebut.
“Kalau saya sendiri pastinya membangun suasana kelas menjadi happy dengan mengajak para siswa bernyanyi, bermain, pokoknya masih kita sesuaikan seperti suasana di TK, tapi tetap kita arahkan ke suasana belajar ” ujarnya.
Meskipun suasana belajar yang dibangun masih seperti Taman Kanak-kanak, ujarnya, dirinya juga tetap memberikan kewajiban kepada muridnya untuk belajar menghitung, membaca, maupun menulis.
Pihak sekolah berharap agar orangtua dapat mempercayai anaknya kepada pihak sekolah dengan tidak menunggu anaknya ketika kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung da mengerti tentang keadaan saat ini yang masih dalam situasi pandemi Covid 19.
Selain itu, mereka juga berharap untuk siswa baru dapat selalu mengikuti aturan sekolah, belajar dengan baik, disiplin, dan semakin mandiri nantinya. (cr1)











