Peran Guru BK Sangat Dibutuhkan

ILUSTRASI: Sejumlah siswa SMPN 9 Kota Bekasi berada di sekolah, beberapa waktu lalu. Peran guru BK sangat dibutuhkan. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Peran guru Bimbingan Konseling (BK) bagi siswa yang saat ini kembali menjalankan kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah sangat dibutuhkan.


Ketua Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMK Kota Bekasi Yusuf Maulana Prawata mengatakan, peran guru BK sangat dibutuhkan dalam PTM yang kembali dimulai. Menurutnya, merubah sebuah pembiasaan belajar bukanlah sesuatu hal yang mudah.

“Peran guru BK saat ini sangat dibutuhkan, karena merubah pembiasaan belajar dari yang online lalu kembali ke offline itu bukan hal yang mudah dan disitulah peran guru BK dibutuhkan,” ungkapnya kepada Radar Bekasi, Kamis (28/7).


Lebih lanjut dikatakan, guru BK dapat mendampingi siswa agar bisa menjalani proses pembelajaran dengan baik. Caranya antara lain, membantu siswa dalam beradaptasi terhadap situasi pembelajaran, memastikan kebutuhan pembelajaran terpenuhi, menguatkan secara psikologis, menjadi pendengar yang baik dikala siswa membutuhkan, menguatkan orientasi siswa dalam belajar, dan membantu mengarahkan pada tujuan pembelajaran yang diharapkan.

“Dari beberapa cara yang dilakukan, diharapkan guru BK bisa menjadi pengganti orangtua yang baik ketika siswa berada di sekolah,” ucapnya.

Selain itu, diskusi bersama ketiga belah pihak, yaitu sekolah, orang tua, dan siswa juga sangat dibutuhkan. Sebab dari situlah diharapkan dapat terbentuk sinergi yang mendukung perubahan, pembiasaan, dan penguatan bagi anak.

“Harus ada komunikasi dan kerjasama yang baik, karena merubah pola pembiasaan itu tidak mudah. Tapi semua itu dapat berjalan mudah jika dilakukan bersama,” jelasnya.

Namun yang saat ini kerap terjadi, beberapa orangtua siswa menganggap jika sudah masuk sekolah maka berarti sudah ada solusi yang baik dalam metode pembelajaran.

“Sebagian orangtua menganggap kalau sudah masuk sekolah, berarti anaknya sudah aman dan bisa menjalankan kegiatan pembelajaran dengan baik. Padahal siswa butuh adaptasi kembali tentang gaya belajar, apalagi merubah pola tidur dan pola belajar itu membutuhkan waktu yang panjang,” terangnya.

Saat ini, beberapa siswa masuk dalam kategori minor. Yaitu dimana beberapa siswa tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menjalani proses adaptasi.

“10 persen diantaranya siswa membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa beradaptasi, lama waktunya bisa dikisaran satu bulan. Sisanya mereka bisa beradaptasi dengan cepat dalam proses pembelajaran,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ketua MGBK SMP Kota Bekasi Eka Yani Muharomah. Ia menyampaikan, peran guru BK saat ini betul-betul sangat dibutuhkan.

“Saat ini peran guru BK sangat dibutuhkan, dimana kami harus siap menerima banyaknya siswa yang mungkin membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi dalam proses pembelajaran normal,” ucapnya.

Kegiatan kunjungan ke rumah atau home visit juga harus dilakukan secara masif bagi guru BK kepada beberapa siswa yang sampai dengan saat ini masih jarang memasuki kelas.

“Home visit itu harus dilakukan kepada beberapa siswa yang mungkin sering kesiangan karena tidur terlalu malam atau mungkin ada masalah lain yang menyebabkan siswa itu jarang masuk,” jelasnya.

Menurutnya, sebuah pembiasaan akan lebih mudah jika siswa mendapatkan bimbingan secara langsung. Baik bimbingan yang diberikan sekolah maupun orang tua siswa.

“Berikan bimbingan kepada siswa, jangan sampai lepas kontrol. Karena ini merupakan momen yang baru bagi siswa, dimana pola pembelajaran online sudah menjadi kenyamanan tersendiri bagi mereka dan saat ini mereka dipaksa untuk kembali melaksanakan pembelajaran offline. Itu sebabnya bimbingan harus dilakukan,” tukasnya. (dew)