Geger Dugaan Pelecehan Seks di SMPN 6 Bekasi, Siswa dan Alumni Tuntut Pelaku Dihukum

 

RADARBEKASI.ID, PONDOKGEDE – Ratusan siswa dan alumni SMPN 6 mendemo sekolah mereka dan menuntut pelaku pelecehan seks di sekolah itu ditangkap.


Aksi solidaritas menuntut pelaku pelecehan seks itu ditangkap dan dijatuhkan hukuman, berlangsung Senin (1/8) di halaman SMPN 6, Jalan Raya Jatiwaringin, Pondokgede, Kota Bekasi.

Aksi demo tersebut dilakukan usai viral di media sosial Instagram. Di mana salah satu akun mengungkap tindakan pelecehan seks di sekolah tersebut diduga dilakukan  salah satu staf sekolah SMPN 6. Korbannya ditaksir lebih dari satu siswi.


Menanggapi aksi demonstrasi itu, Humas SMPN 6, Alis Maryamah membenarkan beredarnya isu pelecehan seks di SMPN 6 Kota Bekasi.

Dia mengungkapkan, pihak sekolah baru mendengar keluhan tersebut pada Jumat (29/7) pukul 2 siang dari beberapa guru yang ada.

“Kita meminta bukti-bukti. Baru sampai situ, karena Jumat banyak orang tua yang datang ke sekolah kaitan PPDB. Akhirnya terputus pembicaraan itu, sehingga kami tidak menerima dan tidak mendapat bukti-bukti,” katanya.

“Kalau di situ dikatakan guru. Mohon maaf itu bukan guru. Tetapi tenaga administrasi yang ditugaskan di Perpustakaan,” ucapnya.

Petugas tersebut, ungkap Maryam, sudah bekerja di SMPN 6 sejak 2013 menjadi honorer. Dan 2017 diangkat menjadi TKK.

Disinggung, bahwa kasus ini sudah lama. Ia membantah bahwa kasus ini baru kemarin.

“Kalau di IG itu kan disebutkan korbannya, ini ini. Dengan macam-macam seperti itu. Justru kita minta mana korbannya,” ujarnya.

“Dengan adanya aksi ini kita akan panggil terduga ya. Akan kita tanyakan,” ungkapnya. (pay)