PDIP Pamer Lukisan di Gedung Juang

LUKISAN KRITIK : Anggota DPR RI Rieke Diah Pitaloka melihat lukisan yang mengkritik kenaikan harga minyak goreng di Gedung Juang Tambun Kabupaten Bekasi, Senin (1/8).ARIESANT/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Memperingati 121 tahun Bung Karno, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bekasi memamerkan puluhan lukisan dengan berbagai tema. Dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Juang Tambun ini, akan berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 1 sampai 4 Agustus 2022.


“Dalam memperingati Bulan Bung Karno 121 tahun, kita pameran lukisan di Gedung Juang, yang dipamerkan hampir 43 lukisan dengan tema yang bermacam-macam,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bekasi, Soleman, kepada Radar Bekasi, Senin (1/8).

Pantauan Radar Bekasi dilokasi, lukisan yang dipamerkan ada yang bertemakan mengenai politik maupun keresahan masyarakat mengenai pembangunan di Kabupaten Bekasi. Lukisan-lukisan tersebut di bandrol dengan harga yang cukup tinggi. Bahkan ada yang mencapai Rp 5 miliar.


Pada kesempatan ini, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jabar VII Kabupaten Bekasi, Rieke Diah Pitaloka menambahkan, kegiatan ini dalam rangka peringatan 121 tahun Bung Karno, agenda yang memang selalu diperingati oleh seluruh kader PDI Perjuangan. Menurutnya, peringatan bulan Bung Karno setiap Juni, untuk tahun ini diperingati sampai tanggal 15 Agustus.

“Ini agenda yang memang selalu diperingati oleh seluruh kader PDI Perjuangan, bulan Bung Karno setiap bulan Juni dan berlangsung sampai dengan tanggal 15 Agustus,” katanya.

Kegiatan pameran lukisan ini hasil kolaborasi dengan para seniman yang berada di Kabupaten Bekasi. Perempuan yang dikenal dengan nama Oneng ini menilai, Gedung Juang mengajak semua untuk kembali merenungkan bahwa perjuangan itu tidak mungkin tanpa kebudayaan dan seni.

“Berjuang itu tidak mungkin tanpa seni, politik tanpa seni akan jadi kaku, akan menjadi keras, akan menjadi jahat. Tapi seni itu menghaluskan agar setiap keputusan politik, juga lahir dari keputusan dari empati, apresiasi terhadap orang lain, dari rasa persaudaraan, solidaritas tanpa batas. Saya kira itu yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Diharapkan dengan kegiatan ini bisa membangkitkan para seniman di Kabupaten Bekasi untuk terus berkarya. “Mudah-mudahan ini membangkitkan rasa seni dan seniman di Kabupaten Bekasi,” ucapnya. (pra)