Enam Bulan 124 Kasus Kebakaran

Illustrasi : Petugas Pemadam Kebakaran memadamkan api yang melalap lapak palet dan pemukiman warga semi permanen di Jalan Diponegoro, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Rabu (10/8). Kebakaran yang melalap belasan lapak palet tersebut baru padam setelah 13 jam. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) kota Bekasi mencatat ada 124 kasus kebakaran terjadi selama enam bulan sejak Januari hingga Juni 2022, Disdamkar merinci pada bulan Januari 18 kasus, Febuari 10 kasus, Maret 24 kasus, April 24 kasus, Mei 30 kasus dan Juni 18 kasus.

“Jumlah kasus kebakaran ini, memiliki total kerugian yang bervariasi yaitu puluhan sampai dengan ratusan juta rupiah,”ujar Kasie Komunikasi dan Investigasi Damkar Kota Bekasi Heri Kurnianto kepada Radar Bekasi Kamis (4/8)..


Ia juga menjelaskan bahwa dari banyaknya kasus kebakaran di Kota Bekasi, sebagian besar disebabkan karena adanya korsleting listrik.”Kalau kejadian yang berdasarkan kita lihat dari hasil tinjauan lokasi, salah satu penyebab kebakaran tertinggi itu adalah korsleting listrik,” jelasnya.

Menurutnya penggunaan daya listrik masyarakat, banyak yang melebihi kapasitas, sehingga menimbulkan korsleting listrik pemicu kebakaran.


“Dari penggunaan daya listrik yang digunakan melebihi kapasitas akhirnya menyebabkan korsleting listrik salah satunya itu,” tuturnya.

Selain itu, beberapa potensi terjadinya kebakaran juga bisa diakibatkan beberapa hal. Yaitu penggunaan alat elektronik, kebocoran gas, arus pendek listrik dan juga rokok. “Ini adalah beberapa penyebab lain, adanya potensi kebakaran,” jelasnya.

Lanjut Heri, saat ini masyarakat cukup awam terhadap penggunaan komponen listrik, baik dari segi kualitas material, dan pengecekan komponen listrik dirumah secara berkala.

“Korsleting listrik itu salah satunya penggunaan komponen listrik, masyarakat sekarang ini kan awam dalam penggunaan komponen listrik dari segi kualitas materialnya. Terus tingkat umur dari komponen listrik,” terangnya.

Pihaknya mengatakan bahwa semua barang elektronik dan komponen listrik memiliki umur yang seharusnya sudah harus diganti, hal-hal yang seperti ini lah yang lalai dilakukan.

“Semua barang elektronik dan komponen listrik itu ada umur yang seharusnya mesti diganti, dan kadang-kadang masyarakat melalaikan hal-hal seperti itu. Dianggap selagi masih bisa digunakan ya dipakai, tidak ada permasalahan,” ucapnya.

Penggunaan barang elektronik dengan kualitas rendah juga bisa menyebabkan terjadinya korsleting. Sehingga masyarakat juga diminta untuk cerdas memilih.

“Tanda-tanda korsleting listrik itu kan ada penggunaan dari barang-barang elektronik yang kualitasnya rendah, sehingga bisa menyebabkan kebakaran. Sekarang kan produk-produk luar negeri yang harga nya tidak terlalu mahal dari contoh kecilnya kaya lampu, bila lampu itu mati korslet didiamkan. Ah belum ada duit, biarin dulu aja toh kalo ada duitnya beli lagi, pembiaran itu yang salah satunya menyebabkan korsleting listrik,” tuturnya.

Lebih lanjut, saat ini Damkar Kota Bekasi sendiri telah memiliki lima markas komando dan rencananya akan dibangun dua sektor kembali yang bertempat di Jatiasih dan Bantargebang. “Markas komando kita sudah ada di Jalan Komodo Raya, dan totalnya ada sekitar 5 markas komando. Rencananya tahun ini kami akan bangun 2 sektor lagi,” ungkapnya. (dew).