PKB Bakal ‘Rusak’ Suara PKS

FOTO BERSAMA : Mantan kader PKS, Syamsul Falah foto bersama dengan pengurus PKB kabupaten Bekasi  usai menerima Kartu Tanda Anggota PKB, kemarin. ISTIMEWA/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bekasi akan merusak lumbung suara DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di wilayah utara, khususnya Kecamatan Babelan. Pasalnya, partai Pimpinan Muhaimin Iskandar ini, berhasil menggaet politisi senior partai berlambang bulan sabit kembar di wilayah utara Kabupaten Bekasi yakni Syamsul Falah.


Pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Bekasi selama tiga periode ini resmi meninggalkan partai yang telah membesarkan itu, setelah mendapat Kartu Tanda Anggota (KTA) DPC PKB pada Rabu (3/8/2022) kemarin. Penyerahan KTA untuk mantan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi periode 2004-2009 ini, dilakukan langsung Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda.

“Penyerahan KTA PKB untuk Pak Syamsul Falah diserahkan langsung oleh Ketua DPW PKB Jawa Barat, di kediaman Ketua Syuro PKB di wilayah Sukakarya, Rabu (3/8/2022),” ujar Ketua DPC PKB Kabupaten Bekasi, Abdul Kholik, kepada Radar Bekasi, Kamis (4/8/2022).


Syamsul Falah pernah menjabat sebagai anggota mulai periode 2004-2009. Kemudian 2009-2014 dan terakhir 2014-2019. “Saya sangat yakin di utara khususnya, PKB akan lebih kuat dengan bergabungnya Pak Syamsul Falah. Kita sangat bersyukur, PKB mendapat berkah dengan masuk Pak Syamsul Falah,” ungkapnya.

Setelah resmi bergabung dengan partainya, rencananya Syamsul akan ditempatkan di struktur kepengurusan,” Saat di PKS, saya lihat beliau tidak ambisius, dia mengalir saja yang penting mengabdi. Adapun hal-hal lainnya, saya sebagai ketua akan berdiskusi, berkonsultasi, dengan Ketua DPW mengenai strategi ke depan dengan masuknya Pak Syamsul Falah,” ucapnya.

Menyikapi itu, Sekretaris DPD PKS Kabupaten Bekasi, Uryan Riana mengungkapkan, Syamsul Falah salah satu kader terbaik PKS dan beliau merupakan kader yang memiliki talenta intelektual yang cukup baik. Menurutnya, Syamsul sebagai aktivis dakwah dan politisi yang handal, disegani oleh kawan dan lawan.

Menurutnya, ketika  Syamsul dipersunting oleh PKB untuk menjadi salah satu anggota partainya, adalah sebuah pilihan. Disisi lain, Uryan menilai, partainya sudah teruji karena berhasil melahirkan kader-kader terbaik, sehingga diinginkan atau diminati oleh partai-partai politik yang lain.

“Kita juga cukup berbangga ketika beliau ternyata dijadikan salah satu anggota PKB. Berarti memang PKS ini sudah teruji bahwa melarikan kader-kader terbaik,” katanya.

Uryan menegaskan, Syamsul Falah masih terdaftar di anggota PKS sampai saat ini, karena belum ada surat pengunduran diri ke partai. “Beliau masih terdaftar di anggota PKS, belum mengundurkan diri. Cuma memang pada saat Pemilu 2019, ketika beliau mau dicalonkan kembali, beliau nggak mau, bahasa Bekasinya seperti ini, gua udah cape, udah tiga periode,” katanya.

Sampai saat ini dia mengaku belum tahu apa yang mendasari beliau untuk aktif kembali di partai politik. Karena apabila beliau hanya ingin menjadi salah satu calon, cukup di PKS. “Saya enggak tahu apa yang ada di benak beliau. Kemudian beliau bergeser dari PKS ke PKB. Tapi ini sebuah pilihan, kita tidak akan melakukan penilaian apapun, silahkan saja karena semua orang memiliki pilihan demokrasi yang berbeda-beda,” tuturnya.

Saat disinggung mengenai adanya persoalan antara Syamsul Falah dan PKS, dirinya mengaku, tidak mengetahuinya. “Saya tidak melihat itu ada sebuah masalah. Saya tidak pernah mendengar persoalan itu. Karena saat itu saya belum menjadi salah satu pengurus di jajaran elit DPD PKS,” ucapnya. (pra)