MUI Cetak Kader Wasathiyah

PENDIDIKAN : Puluhan peserta kader ulama saat mengikuti pendidikan dari MUI Kota Bekasi.  ISTIMEWA/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Setelah sukses Program Pendidikan Kader Ulama (PKU) ke-I di tahun 2021 lalu, kini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi kembali melaksanakan program tersebut demi mencetak para kader ulama yang wasathiyah atau moderat di tengah masyarakat.


“Jadi, tentunya kegiatan ini tak jauh berbeda dengan tahun lalu. Artinya, kekurangan tahun lalu telah dievaluasi untuk penyempurnaan di tahun ke-II ini. Dan tujuan program ini digelar tentu seperti yang disampaikan sebelumnya, yakni untuk bisa mencetak para kader ulama wasathiyah atau moderat,” kata Sekretaris Direktur PKU MUI Kota Bekasi, KH Lukman Hakim.

Dia mengungkapkan, sebagai wujud dari tujuan kegiatan ini digelar bisa dilihat melalui para peserta yang mengikutinya, yakni orang-orang dari berbagai ormas dengan memiliki pandangan berbeda-beda untuk dididik sekitar 4 bulan. Diharapkan peserta mampu memahami setiap perbedaan yang ada untuk saling menghargai dan menghormati.


“Jadi, peserta disini itu ada yang berasal dari NU, Muhammadiyah, Persis, dan lain-lainnya. Mereka semua yang memiliki latar belakang berbeda-beda ini, dididik dan bergaul dengan suasana kekeluargaan yang kuat disini untuk bisa saling memahami perbedaan masing-masing, sebagai sebuah rahmat bukan saling mengkafirkan dan sebagainya. Nah, nantinya itulah yang akan didakwahkan mereka ketika turun ke masyarakat,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, untuk bisa menjadi peserta program PKU ke-II ini tentunya ada beberapa tahapan yang harus dilakukan calon peserta sebagai proses seleksi. Seperti, administrasi dengan menyerahkan dokumen identitas diri, tes tulis dan tes wawancara terkait wawasan kebangsaan, termasuk kemampuan bahasa Arab dan kemampuan baca kitab kuning.

“Setidaknya, peserta ini merupakan lulusan pesantren ya. Kemudian, lebih pentingnya lagi untuk menambah Poin mereka mengikuti program ini, adalah peran mereka selama ini di tengah masyarakat sekarang seperti apa. Artinya, syarat ini akan membuat poinnya itu semakin tinggi untuk lolos sebagai peserta program PKU MUI Kota Bekasi,” jelasnya.

Dia menambahkan, pada saat pendaftaran peserta PKU ke-II tahun ini, jumlah pendaftar sebanyak 100 orang. Namun, sesuai dengan kuota yang dibutuhkan akhirnya separuhnya pun harus tereliminasi, sedangkan sisanya dipastikan lolos dan saat ini sudah menjalani proses perkuliahan kurang lebih satu bulan terakhir.

“Total 50 peserta yang lolos mengikuti PKU ke-II tahun ini pun sekarang sudah memulai proses pendidikan, atau perkuliahan sekitar 1 bulan lalu. Mereka akan dididik sampai bulan November 2022, atau kurang lebih 4 bulan di sini,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu peserta di PKU Ke- II MUI Kota Bekasi tahun 2022, Abdul Karim mengaku, bersyukur bisa menjadi bagian peserta. “Ya, dalam kegiatan ini banyak sekali materi-materi yang sangat bermanfaat, khususnya yang berkaitan langsung dengan kehidupan di tengah masyarakat. Diantaranya, tentang moderasi dalam beragama yang saya pikir ini sangat penting, karena di tengah hiruk-pikuk yang terjadi di masyarakat tentang prinsip-prinsip dalam memahami konsep-konsep beragama sekarang ini, sehingga diharapkan mampu berada di tengah-tengah tak ekstrim kiri atau ekstrim kanan,” ujarnya. (mhf/pms)