Buru Tiket Transportasi Darat

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tingginya harga tiket pesawat membuat pelaku perjalanan dalam negeri beralih menggunakan jalur darat. Hal itu turut mempengaruhi lonjakan penumpang dan pemesanan tiket bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Agen tiket bus AKAP di Kota Bekasi mendapat berkahnya. Sejauh ini, tiket tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur yang paling banyak diburu. “Rata-rata sewa yang rame itu wilayah Jawa Tengah kaya Solo, Purwodadi, Jogja. Terus tujuan Jawa Timur kaya Surabaya sama Madura, itu rame banget sewa ke arah situ,” Kata salah satu pemilik agen tiket bus di Bekasi Timur, Wahyu Ramdhany (25).

Peningkatan jumlah penumpang berbanding lurus dengan meningkatnya pendapatan. Jika pada saat pembatasan kegiatan masyarakat diperketat pendapatan hanya 35 persen, saat ini hampir mendekati pendapatan pada situasi normal.


Selain melonjaknya penumpang, perbedaan lainnya adalah tipe penumpang. Penumpang bus dewasa ini berpenampilan layaknya penumpang pesawat, salah satunya menenteng koper, bukan tas.

“Sekarang penumpang sudah semakin rapi mas, udah kaya penumpang mau naik pesawat, bajunya bermerk, rapi, terus pada pake koper-koper bagus, udah bukan tas lagi,” tambahnya.


Wahyu meyakinkan fasilitas pelayanan bus sudah semakin baik, selain mendapat fasilitas makan, snack, bantal, dan selimut. Fasilitas semakin baik sesuai dengan kelasnya, double decker, eksekutif class, dan yang terbaru sleeper class.

Fenomena berubahnya perilaku penggunaan moda transportasi masyarakat ini sebelumnya disampaikan oleh Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Bekasi. Tingginya harga tiket pesawat membuat jumlah pelanggan pada perusahaan perjalanan wisata menurun.

“Tamu saya saja yang tadinya mau bepergian naik pesawat akhirnya staycation saja, mungkin ke pulau, mungkin ke destinasi yang kita bisa menggunakan transportasi darat,” kata Wakil Ketua II ASITA Bekasi, Hairani Tarigan.

Harga tiket pesawat meroket, terutama dengan tujuan destinasi wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan. Penerbangan domestik maupun internasional hampir sama, sama-sama naik tinggi.

Asosiasi kata Hairani sudah menyampaikan di setiap forum-forum perwakilan instansi, kepada Kementerian Pariwisata (Kemenpar), belum lama ini kepada Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) terkait dengan kondisi yang memberatkan pelaku usaha perjalanan wisata ini. (sur)