RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pembelajaran tatap muka (PTM) di seluruh satuan pendidikan yang kembali dimulai pada tahun ajaran baru ini membutuhkan perhatian ekstra. Sebab siswa tidak hanya dibayangi dengan Covid-19, melainkan demam berdarah dengue (DBD).
Komisioner Bidang Kesehatan dan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi Hadyan Rahmat mengatakan, pembelajaran tatap muka yang sudah kembali normal membutuhkan perhatian yang lebih ekstra dari pihak sekolah. Pasalnya siswa tidak hanya dibayangi oleh Covid-19, tetapi juga DBD.
“Selain penyebaran virus Covid-19 yang masih menjadi perhatian khusus, sekolah juga jangan lengah bahwa ada penyakit lain seperti DBD yang kapan saja bisa menyerang anak-anak. Makanya sekolah harus memastikan bahwa di lingkungan sekolah tidak ada penumpukan sampah atau genangan air,” ujar Hadyan kepada Radar Bekasi, Senin (8/8).
Menurutnya, sehat merupakan hak yang harus didapatkan oleh seluruh anak. Oleh karena itu, KPAD meminta pihak sekolah untuk sigap dalam menangani berbagai macam penyakit yang bisa saja timbul di lingkungan sekolah.
“Hak sehat itu harus kita berikan kepada anak, itu sebabnya sekolah harus benar-benar memperhatikan kebersihan lingkungan sekolah. Bukan hanya menyiapkan sanitasi atau pemasangan tanda jaga jarak saja di sekolah, tapi kebersihan lainnya juga harus menjadi perhatian sekolah,” ujarnya.
Hadyan menegaskan, kebersihan lingkungan menjadi hal utama yang harus tetap diperhatikan satuan pendidikan. Antara lain, kebersihan gedung sekolah.
“Sekolah itu hampir semua punya gudang, nah ini harus dijaga kebersihannya takutnya menjadi sarang nyamuk. Selain itu lorong bangku juga harus dijamin kebersihannya, karena biasanya siswa suka iseng naro bekas sampah jajanan di lorong meja,” tuturnya.
Terpisah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 17 Kota Bekasi Arief Purnama menyampaikan, pelaksanaan PTM yang sudah kembali dilaksanakan secara normal memang menjadi perhatian khusus sekolah.
Ia menuturkan, beberapa minggu lalu salah satu warga sekolahnya sempat terjangkit DBD. Oleh sebab itu, pihaknya meningkatkan berbagai upaya pencegahan.
“Kita rutin melakukan bersih-bersih lingkungan sekolah setiap pagi dan melakukan fogging,” katanya.
Hal senada dikatakan Kepala SMAN 1 Cikarang Pusat Sayuti. Ia menyampaikan, yang saat ini menjadi perhatian khusus dalam pelaksanaan PTM ialah kesehatan siswa dalam menjalani aktivitas belajar di lingkungan sekolah.
“Pelaksanaan PTM yang sudah normal, memang membutuhkan kesehatan yang ekstra. Makanya kami memiliki jam istirahat yang terbagi menjadi dua sesi yaitu di jam 9.45 untuk sesi pertama istirahat dan di jam 12 untuk sesi kedua di jam istirahat,” terangnya.
Dengan waktu istirahat yang diberikan kepada siswa, diharapkan dapat memberikan waktu bagi siswa untuk beristirahat. “kami berikan waktu dua sesi istirahat, agar siswa memiliki waktu untuk beristirahat yang cukup ketika menjalani aktivitas di sekolah,” tukasnya. (dew)











