Jurusan Baru Belum Berizin

ILUSTRASI: Siswa SMKN 12 Kota Bekasi mengikuti pembelajaran tatap muka di kelas. Sekolah ini diketahui belum memiliki izin pembukaan jurusan baru Teknik Kimia Industri, namun sudah menerima siswa. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – SMKN 12 Kota Bekasi diketahui belum memiliki izin pembukaan program studi (prodi) atau jurusan baru Teknik Kimia Industri. Kendati demikian, sudah menerima siswa pada penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2022/2023.

Temuan dapati oleh Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Bekasi. “Kita menemukan satu sekolah SMKN, tepatnya adalah SMKN 12 Kota Bekasi yang belum mengantongi izin pembukaan jurusan baru, tetapi sudah menerima siswa baru pada proses PPDB kemarin,” ujar Sekretaris BMPS Kota Bekasi Ayung Sardi Dauly kepada Radar Bekasi, Rabu (10/8).


Ayung, tak heran adanya SMK yang belum mengantongi izin pembukaan jurusan baru namun sudah menerima siswa. Menurutnya, sekolah negeri kerap kali tidak taat terhadap aturan.

“Sekolah negeri di Kota Bekasi itu sering menyalahi aturan, jadi mereka sudah menganggap itu biasa saja. Kejadian ini beberapa kali sempat terjadi di beberapa sekolah negeri dan pada tahun ini kejadian yang sama terulang kembali,” tuturnya.


Sementara, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah III Asep Sudarsono membenarkan belum adanya izin pembukaan jurusan baru Teknik Kimia Industri di SMKN 12 Kota Bekasi. Menurut Asep, izin baru akan keluar pada pekan depan.

“Betul, memang SMKN 12 ini telah memiliki program jurusan baru. Tapi memang terkait surat izin ini, rencananya akan turun di minggu ini,” tuturnya.

Terkait sudah menerima siswa baru meskipun izin belum keluar, kata Asep, pihak sekolah sudah berkoordinasi dengan KCD melalui pengawas. Menurunya, adanya penerimaan siswa pada jurusan itu atas permintaan masyarakat.

“Ini sebenarnya tekanan dari masyarakat, dimana di wilayah SMKN 12 Kota Bekasi ini banyak masyarakat yang meminta sekolah untuk menambah jumlah ruang kelas. Jadi atas pertimbangan yang ada, pihak sekolah menerima siswa baru sambil menunggu surat izin keluar. Karena segala persyaratannya memang sudah terpenuhi dan diajukan kepada pihak Disdik,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, SMKN 12 Kota Bekasi sudah memenuhi berbagai persyaratan pembukaan jurusan baru Teknik Kimia Industri. Keluarnya izin masih proses di Dinas Pendidikan Jawa Barat.

“Kalau untuk syarat pembukaan program jurusan baru, SMKN 12 Kota Bekasi sudah memenuhi seluruh persyaratannya dan sudah diajukan kepada pihak Disdik Provinsi Jawa Barat. Hanya saja proses validasi perizinannya memang agak cukup lama, karena pengajuannya bertepatan dengan proses PPDB kemarin,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakannya, bagi SMK negeri yang ingin membuka program jurusan baru hanya cukup mendapatkan izin dari Disdik Jabar melalui bidang SMK.

“Kalau SMK negeri surat izinnya dikeluarkan oleh Disdik provinsi melalui Kabid SMK, kalau swasta melalui Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu,” terangnya.

Terpisah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 12 Kota Bekasi Yusuf Maulana Prawata menjelaskan, soal penerimaan siswa baru jurusan Teknik Kimia Industri.

“Di sini kami ingin konfirmasi terlebih dahulu bahwa pembukaan program jurusan baru ini bukan melalui rencana yang spontan. Tetapi melalui proses pertimbangan yang cukup lama, yaitu sejak 2018 kami memikirkan ini. Puncaknya adalah pada 2020 sampai dengan 2021 penerimaan siswa kami membludak, karena jurusan yang kami punya itu lebih ke teknik dan jumlah pendaftar perempuan itu cukup banyak, maka rencana tersebut kami realisasikan di 2022 ini,” ujar Yusuf.

Sebelumnya SMKN 12 Kota Bekasi memiliki dua program jurusan meliputi Teknik Perencanaan dan Gambar Mesin serta jurusan Teknik Pengelasan. Ia memastikan, jurusan Teknik Kimia Industri baru membuka penerimaan siswa baru tahun ini.

Terkait pengajuan izin pembukaan jurusan baru itu, kata dia, pihak sekolah sudah mengurus sejak awal tahun ini.  “Sejak Januari kami sudah urus segala persyaratan yang diperlukan sampai pada Februari kami juga sudah melakukan survei kepada masyarakat, karena alasan kami membuka jurusan baru adalah untuk memenuhi keinginan masyarakat kepada sekolah,” ungkapnya.

Ia mengaku, pembukaan jurusan baru ini sudah melalui koordinasi dengan KCD Pendidikan Wilayah III maupun pengawas. Adapun jurusan Teknik Kimia Industri telah menerima 70 siswa baru yang terbagi menjadi dua kelas.

Sampai dengan saat ini, pihaknya terus berkomunikasi dengan pihak terkait agar izin dapat segera keluar. “Ini kami sedang menunggu izin keluar, kami juga selalu konfirmasi agar izin tersebut cepat keluar,” pungkasnya. (dew)