Kunci Keberhasilan Pendidikan Yayasan Al Muslim

Kegiatan MPLS. ISTIMEWA

Oleh: Didi Suradi, M.Pd.

Kepala Bidang Penjaminan Mutu dan Komunikasi Yayasan Al Muslim


RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kurikulum itu ibarat resep pada sebuah masakan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan akan meramu kurikulum yang diberikan kepada peserta didik dengan sebaik-baiknya agar tercapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Tujuan dan arah kurikulum harus jelas dan terukur. Prinsip pengembangan kurikulum harus sesuai dengan kebutuhan zaman dan berpusat pada peserta didik.

Sebagai lembaga pendidikan yang sudah berpengalaman lebih dari empat dasawarsa, Yayasan Al Muslim mengembangkan kurikulum berdasarkan pada pengembangan potensi peserta didik. Dalam hal ini memperhatikan keunikan yang dimiliki setiap peserta didik. Karena itu sekolah mengembangkan kurikulum berdasarkan skala prioritas atau yang dikenal dengan istilah customized curriculum. Untuk mendapatkan data perihal keunikan yang dimiliki setiap peserta didik, sekolah bekerjasama dengan orang tua untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Informasi ini diperkuat lagi dengan hasil wawancara, observasi, dan tes potensi pada setiap peserta didik.


Yayasan Al Muslim menyadari bahwa tujuan sekolah bukan sekadar mendapatkan gelar dan ijazah. Tapi lebih penting dari itu, yaitu dimilikinya kompetensi yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Untuk itu, peserta didik harus dibekali dengan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan kebutuhan masa depannya. Inilah mengapa kurikulum itu harus dikembangkan sesuai perkembangan zaman.

Hal yang paling penting untuk dikuasai adalah karakter dan keterampilan yang dibutuhkan di abad 21 yaitu keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kemampuan berkomunikasi, dan kolaborasi, atau 4C. Semua ini harus didukung oleh penguasaan teknologi yang baik. Dalam hal penguasaan teknologi, perlu disiapkan hardware, software, dan yang terpenting adalah brainware sebagai pengguna dari teknologi.

Yayasan Al Muslim sangat sadar terhadap kebutuhan teknologi sebagai alat untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap peserta didik diberikan satu buah gawai sebagai alat bantu pembelajaran. Penyediaan gawai ini bekerjasama dengan vendor yang ternama dan terpercaya sehingga terjamin keamanan dan kenyamanan dalam penggunaannya. Perangkat ini juga dilengkapi dengan aplikasi pengaman agar peserta didik tidak menyalahgunakan penggunaan gawai ini, selain untuk pembelajaran.

Di samping itu, Yayasan Al Muslim mengembangkan sendiri platform yang disebut Digislamic atau Digital Islamic, yang terdiri dari modul-modul yang dibutuhkan untuk merekam aktivitas peserta didik sejak awal terdaftar sebagai peserta didik hingga menjadi alumni. Jadi, Digislamic ini tidak sekadar menyediakan modul Learning Management System (LMS) tetapi juga memiliki modul-modul lainnya yang dibutuhkan. Pengguna dari digislamic adalah seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Yayasan Al Muslim, peserta didik, serta orang tua peserta didik. Pemanfaatan Digislamic didukung oleh peningkatan literasi digital yang tinggi dari seluruh civitas akademika.

Hal yang paling membedakan dari sekolah-sekolah lain, pendidikan yang diberikan oleh Yayasan Al Muslim adalah penguatan pendidikan karakter. Teknologi bukanlah hal yang utama dan yang harus dimiliki setiap lulusan Al Muslim. Teknologi hanyalah alat bantu dalam mencapai tujuan pendidikan. Meskipun demikian, teknologi yang digunakan harus memiliki spesifikasi terbaik dan mutakhir. Yang perlu diutamakan dalam pendidikan yang diselenggarakan di Yayasan Al Muslim adalah pendidikan karakter berdasarkan Al-Qur’an dan sunah Rasulullah SAW.

Setiap civitas akademika memahami bahwa teknologi dan ilmu pengetahuan akan terus berkembang dan berubah, akan tetapi Al-Qur’an dan sunah tidak akan berubah sampai akhir zaman. Kedua pedoman hidup ini tetap relevan dan menjadi sumber ilmu pengetahuan utama sebagai bekal hidup di dunia sampai akhirat. Untuk itu, setiap guru di Yayasan Al Muslim harus mengintegrasikan kandungan Al-Qur’an dan sunah pada mata pelajaran yang diampunya. Seluruh pendidik di Yayasan Al Muslim haruslah mengajarkan agama pada setiap peserta didiknya. Khusus untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Tahfiz memiliki beban belajar antara sepuluh sampai tujuh belas jam per pekan pada setiap levelnya.

Pendidikan Al-Qur’an diberikan oleh para pendidik  dengan kualifikasi dan kompetensi yang sesuai dengan bidangnya, yang jumlahnya lebih dari lima puluh orang. Pendidik yang mengajarkan Al-Qur’an harus memiliki syahadah tilawati karena metode yang digunakan adalah metode tilawati.

Pendidikan karakter merupakan kunci utama dalam proses pendidikan yang diselenggarakan Yayasan Al Muslim. Karakterlah yang akan menyelamatkan seseorang dalam mengarungi kehidupannya. Mereka akan menjadi sosok yang cerdas, berilmu pengetahuan yang luas, memiliki keterampilan yang tinggi, dan sebagainya. Semua itu ditentukan oleh karakter yang sudah membudaya dalam kehidupannya. Tentunya, Yayasan Al Muslim bertekad membimbing peserta didiknya memiliki karakter seperti yang dicontohkan oleh Rasulallah saw.

Hal lainnya yang dibutuhkan dalam menentukan keberhasilan pendidikan di Yayasan Al Muslim adalah penciptaan lingkungan belajar yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Pemenuhan media dan sumber belajar yang disesuaikan dengan pencapaian kompetensi, kompetensi pendidik yang profesional, sarana prasarana yang lengkap dan modern, pengelolaan yang akuntabel dan transparan, serta kerjasama yang baik antara sekolah dengan orang tua peserta didik.

Semua hal yang diuraikan di atas merupakan unsur-unsur yang sangat menentukan dalam pencapaian keberhasilan pendidikan di lingkungan Yayasan Al Muslim. Semuanya saling berkaitan membentuk sebuah sistem yang harus dijalankan dengan baik oleh seluruh civitas akademika. Dengan komitmen yang tinggi dan dilandasi oleh niat beribadah, maka implementasi dari sistem pendidikan dapat dijalankan dengan sangat baik sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai sesuai harapan. (*/pms)