Menyambut HUT Republik Indonesia (RI) ke 77, Spirit Kemerdekaan & Menatap  RI 2045

Assoc.Prof. T. Syahrul Reza (Dosen Senior Institut Ilmu Sosial dan Manajemen  "STIAMI"( Institut Stiami) Jakarta,  Founder-CEO ASEAN Lecturer Community (ALC)-  www.aseanlecturer.com.  )

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Spirit menyambut HUT RI ke 77 tahun 2022 saat ini akan lebih emosional dibandingkan 2 tahun lalu di tengah terpaan Gelombang Pandemi Covid-19 yang sangat mengenaskan meskipun jenis Omicron masih mengintai dan sudah ada ribuan orang yang terpapar namun “Kepercayaan Diri” dan Kedisiplinan Masyarakat” dalam menjaga protocol kesehatan semakin  meningkat dibanding awal pandemic.


Pada HUT RI ke 77 saat ini penulis ingin meneropong  Republik Indonesia pada 23 tahun yang akan datang, saat kita semua akan memperingati HUT RI ke 100. Tulisan ini perlu menjawab satu pertanyaan apakah sebagai bangsa yang saat ini sudah masuk dalam  G-20 bahkan menjadi tuan rumah nanti di Bali 15-16 November 2022 akan menjadi satu negera yang lebih di perhitungkan di kancah global ?

Human Capital


Bagi kita warga Negara RI tentu merasa gembira atas berbagai prediksi tentang Negara kita yang akan menjadi The Rising Star di satu abad RI  tahun 2045. Namun demikian harus kita sadari pula bahwa Peta Persaingan antar Negara juga bergerak eksponensial seiring perkembangan arus informasi, komunikasi dan teknologi.

Keuggulan RI di 2045 akan sangat di tentukan oleh determinasi dan konsistensi bangsa kita dalam membangun Human Capital. Hanya Negara-negara yang mempunyai human capital yang handal dan unggul saja yang akan berada di garis depan.

Program Merdeka Belajar  dan Kampus Merdeka yang diluncurkan oleh Mendiknas Nadiem Makarim, saat ini sungguh merupakan suatu momentum penting dan strategis untuk tersedianya human capital yang handal. Oleh karena itu implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka, harus benar-benar menjadi perhatian dan keseriusan semua pihak, terutama dunia Pendidikan Tinggi, Industri dan Stakeholder’s lain yang terkait ,

National Character Building

Generasi baru di 2045 yang kita perlukan bukan saja harus handal dalam leadership, technology dan daya saing sebagai human capital yang tangguh secara ilmu pengetahuan dan wawasan namun amat penting mempunyai nasionalisme, cinta tanah air dan berakhlak mulia dengan budaya luhur nusantara.

Terkait  hal di atas maka Program National Character Building haruslah menjadi agenda  bersama setiap tingkatan pendidikan dari tingkat dasar, menengah dan pendidikan tinggi.

Khusus di dalam Pendidikan Tinggi penulis menyarankan agar proses pendidikan jangan hanya bertumpu sebagai transfer SKS (satuan Kredit Se,ester) namun haruslah dengan perencanaan yang  berbasis kesadaran tentang pentingnya menghadirkan generasi baru yang berkapasitas sebagai calon pemimpin Indonesia di 2045.

Dirgahayu Republik Indonesis ke 77