Pendidikan Karakter dan Transformasi Digital di Sekolah

Ibnu Triyanto, M. Kom

Oleh: Ibnu Triyanto, M. Kom.

Kepala Urusan Komunikasi Yayasan Al Muslim


RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sekolah adalah rumah kedua bagi peserta didik. Selain di rumah peserta didik banyak menghabiskan waktunya di sekolah, apalagi jika sekolah yang menerapkan full day school. Idealnya pendidikan karakter yang diajarkan di sekolah sejalan dengan apa yang dilakukan peserta didik di rumah. Setiap sekolah mengajarkan pendidikan karakter dengan cara dan programnya masing-masing. Di Al Muslim salah satu program pendidikan karakter melalui pembiasaan di awal, selama maupun setelah kegiatan belajar.

Sholat dhuha sudah menjadi hal wajib bagi peserta didik yang mengawali kegiatan di sekolah. Sholat wajib dan sholat sunnah yang biasa dilakukan di sekolah diharapkan menjadi sebuah kebiasaan, rutinitas yang secara langsung akan membentuk karakter peserta didik untuk dengan sadar dan ikhlas melaksanakan kewajiban tersebut. Pembentukan karakter juga dilakukan melalui budaya sekolah yang diterapkan pada seluruh civitas akademika Al Muslim.


Sebagai sekolah yang tanggap terhadap perkembangan zaman, Al Muslim menyadari bahwa transformasi digital dunia pendidikan adalah hal yang tidak bisa dihindari. Di satu sisi ada kekhawatiran terhadap dampak negatif masifnya perkembangan dunia digital tersebut, tapi disisi lain terbuka lebar kesempatan untuk memanfaatkan perkembangan dunia digital khususnya bidang pendidikan menjadi alat bantu yang mendorong kemudahan dan percepatan proses pembelajaran peserta didik. Banyak hal yang bisa dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan dunia digital agar proses belajar peserta didik menjadi lebih menyenangkan, lebih bervariasi, lebih luas dan banyak kelebihan lainnya.

Peserta didik sekarang ini adalah digital native. Mereka sudah sangat terbiasa dengan gawai dan dunia digitalnya. Tugas berat para guru adalah bagaimana menarik minat peserta didik untuk menggunakan gawai sebagai alat bantu yang mendukung kegiatan belajar mereka. Al Muslim sebagai sekolah digital telah memiliki platform yang dibangun sendiri dengan nama Digislamic. Dengan adanya platform ini guru tidak lagi disibukkan dengan tugas-tugas administrasi.

Orangtua dapat memantau tugas anaknya, kehadiran peserta didik di sekolah, komunikasi langsung dengan guru, bahkan memantau status pembayaran. Bagi peserta didik juga tidak perlu repot-repot membawa buku cetak yang banyak karena semua modul sudah ada di gawai yang diberikan kepada peserta didik.  Cara belajar ini agar peserta didik dapat belajar sesuai zamannya. Penggunaan gawai tentu saja menggunakan aturan baik yang otomatis sudah tertanam di gawai siswa agar hanya aplikasi yang sudah terdaftar di sistem yang bisa dibuka (whitelist) maupun melalui peraturan yang diterapkan sekolah.

Transformasi digital yang dilakukan Al Muslim tidak lantas menggerus atau mengabaikan visi misi yayasan. Justru dengan transformasi digital diharapkan dapat mempercepat capaian dan prestasi sekolah. Al Muslim tetap konsisten mengedepankan pendidikan karakter peserta didik untuk mewujudkan khalifatullah fil ardh yang rahmatan lil alamin.  Teknologi hanya sebagai alat bantu dalam mencapai tujuan pendidikan. (*/pms)