Madrasah Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka

BELAJAR: Sejumlah siswa MAN 1 Kota Bekasi mengikuti pembelajaran di kelas, Kamis (18/8). Sejumlah madrasah di Kota Bekasi mulai melakukan persiapan implementasi Kurikulum Merdeka. DEWI WARDAH/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah madrasah di Kota Bekasi sudah mulai melakukan persiapan implementasi Kurikulum Merdeka. Kementerian Agama menargetkan seluruh madrasah dapat menerapkan Kurikulum Merdeka pada tahun depan.


Kepala Seksi Bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kementerian Agama Kota Bekasi Ahmad Zainal Muttaqin menjelaskan, di Kota Bekasi yang menjalani piloting atau ujicoba penerapan Kurikulum Merdeka ada dua madrasah.

“Saat ini di Kota Bekasi sudah ada dua madrasah yang menjadi piloting Kurikulum Merdeka,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Kamis (18/8).


Ujicoba penerapan Kurikulum Merdeka yang baru dimulai tahun ajaran baru ini berlangsung di MAN 2 Kota Bekasi dan RA Arafah. Kedua madrasah tersebut ditunjuk oleh Kemenag pusat.

Adapun madrasah di Kota Bekasi berjumlah 541 lembaga terdiri dari. Raudatul Athfal (RA) 294, Madrasah Ibtidaiyah (MI) 138, Madrasah Tsanawiyah (MTs) 76 dan Madrasah Aliyah (MA) 76.

Adanya ujicoba ini diharapkan bisa menjadi tahap penyesuaian bagi para dewan guru. “Kita berharap piloting ini bisa menjadi tahapan yang baik untuk penyesuaian guru,” ujarnya.

Selain itu, dikatakan, pihaknya  telah melakukan sosialisasi kepada seluruh madrasah yang ada di Kota Bekasi untuk melakukan persiapan berupa pelatihan dan penguatan guru.

“Kami sudah lakukan sosialisasi, dimana kami minta kepada lembaga madrasah untuk melakukan penguatan dan pelatihan terkait penerapan Kurikulum Merdeka,” ujarnya.

Terkait pelaksanaan pelatihan penerapan Kurikulum Merdeka, Kemenag Kota Bekasi menyerahkan sepenuhnya kepada masing-masing lembaga madrasah.

“Dari pihak kemenag pusat menginformasikan bahwa ada aplikasi PINTAR yang digagas oleh Pusdiklat, disitu ada pelatihan-pelatihan yang mendukung kebutuhan pengembangan SDM guru. Makanya pelatihan ini juga kami serahkan sepenuhnya kepada lembaga, namun tetap pihak Kemenag ikut mengawasi,” terangnya.

Menurutnya, Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum yang cukup baik untuk diterapkan di dunia pendidikan, yang termasuk di dalamnya lembaga madrasah.

“Kurikulum ini bagus, karena pembelajarannya berbasis digital. Tetapi untuk penerapannya memang harus membutuhkan kesiapan yang matang, jadi dalam tahap piloting ini kita bisa mengetahui lembaga tersebut siap atau tidak untuk menerapkan kurikulum merdeka tersebut,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum MAN 1 Kota Bekasi Mulyono mengungkapkan, pelatihan Kurikulum Merdeka sudah diberikan kepada sejumlah guru di sekolahnya.

“Berdasarkan instruksi kami sudah melakukan pelatihan sebagai salah satu kesiapan untuk penerapan Kurikulum Merdeka,” tuturnya.

Menurutnya, sebagai lembaga pendidikan milik negara, sekolah dan guru harus siap untuk menerapkan Kurikulum Merdeka sesuai dengan instruksi pemerintah pusat.

“Tentu kami sebagai guru harus siap, karena saya yakin di dalam Kurikulum Merdeka ini banyak pembelajaran yang bisa mengembangkan kemampuan guru dan siswa,” ungkapnya.

Selain pelatihan, pihaknya juga telah mengingatkan kepada guru untuk lebih memperdalam kesiapan melalui pelatihan-pelatihan mandiri yang telah disiapkan oleh Kemenag pusat.

Menurutnya, Kurikulum Merdeka ini dapat diterapkan jika kesiapan guru sudah benar-benar matang. “Saya kira jika sekolah dan guru nya sudah siap, maka siswa akan lebih mudah mengikuti penerapan Kurikulum Merdeka,” katanya.

Hal senada dikatakan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum MTs Al- Masthuriyah Fuad. Ia mengatakan, pihaknya tengah melakukan persiapan berupa pelatihan Kurikulum Merdeka yang diberikan kepada sejumlah guru.

“Kami memang sedang melakukan persiapan untuk penerapan Kurikulum Merdeka, karena memang instruksinya seperti itu,” pungkasnya.

Dikutip dari laman resmi Kemenag, Plt Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Abu Rokhmad, menargetkan seluruh guru madrasah mendapatkan pelatihan Kurikulum Merdeka. Terlebih saat ini belum seluruh sekolah menerapkan kurikulum tersebut.

“Penerapan Kurikulum Merdeka pada madrasah masih berupa piloting dan belum semua menerapkan kurikulum, target tahun depan akan diimplementasikan di seluruh madrasah. Maka seluruh guru madrasah harus terlatih,” ujar Rokhmad. (dew)