Rindu Kemeriahan Terobati

PAWAI BUDAYA : Sejumlah warga melaksanakan pawai karnaval budaya dengan menggunakan baju adat di Perumahan Tamansari Persada Raya di Jatibening, Kota Bekasi, Rabu (17/8). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati HUT Ke- 77 Kemerdekaan Republik Indonesia. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ruas jalan kota hingga jalan lingkungan di Kota Bekasi tidak sesibuk biasanya, jauh dari kepadatan, warga terkonsentrasi di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Peringatan ulang tahun ke-77 Republik Indonesia (RI) di Bekasi tahun ini meriah lagi.

Pada momentum kemerdekaan kemarin, masyarakat tidak perlu lagi takut dibubarkan kegiatannya seperti peringatan hari kemerdekaan selama dua tahun sebelumnya. Di lingkungan tempat tinggal masyarakat, kondisinya meriah, berbagai lomba hingga kegiatan ceremonial lain diselenggarakan.


Upacara bendera tahun ini digelar di lingkungan perkantoran, RW, kelurahan, kecamatan, hingga tingkat kota atau kabupaten. Kenyataan ini berbanding kontras dengan tahun 2021 lalu, pedoman teknis peringatan HUT ke-76 diminta sesederhana mungkin, maksimal 30 menit, pelaksanaan upacara hingga perlombaan diutamakan secara virtual, hingga larangan menyelenggarakan perlombaan yang berpotensi mengundang kerumunan orang dalam jumlah besar.

Saat itu, status Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Bekasi ada di level empat. Tahun ini, Instruksi Mendagri terbaru nomor 40 tahun 2022, semua daerah Jawa Bali berstatus level 1, berlaku sampai tanggal 29 Agustus mendatang.


Dalam instruksi terbaru itu, hampir semua kegiatan masyarakat bisa dilaksanakan dengan kapasitas 100 persen. Ketentuan ini membuat masyarakat tidak perlu lagi takut dibubarkan setiap kegiatan peringatan hari kemerdekaan yang diselenggarakan.

Beberapa kegiatan upacara terpantau dilakukan di lingkungan masyarakat, mulai dari lingkungan perumahan, kantor partai politik, hingga upacara bendera tingkat kota. Begitu juga dengan perlombaan, masyarakat menumpahkan euforia yang sudah terkubur selama dua tahun belakangan.

Data terakhir penyebaran Covid-19 Kota Bekasi pada tanggal 14 Agustus menunjukkan tidak sedikit jumlah kasus aktif, total sebanyak 2.390 kasus, dengan kasus harian yang baru sebanyak 208 kasus. Dari ribuan kasus tersebut, 14 persen diantaranya menjalani perawatan di RS, atau 127 kasus.

Tapi hasil survei serologi ketiga Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) bulan Juli menghasilkan data cukup menenangkan. Antibodi atau kekebalan tubuh masyarakat terhadap Covid-19 naik dari survei pertama, tepatnya dari 87,8 persen menjadi 98,5 persen, kadar antibodi naik lebih dari 4 kali lipat.

Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto usai menjadi pembina upacara di alun-alun Kota Bekasi mengatakan perayaan hari kemerdekaan kali ini lebih merdeka. Sehingga, kegembiraan masyarakat lebih terasa, tiap lingkungan permukiman warga merayakan hari kemerdekaan dengan suka cita.

“Yang jelas hari ini kita lebih merdeka, karena hari ini kita mampu mengendalikan yang namanya Covid-19,” katanya, Rabu (17/8).

Selain perayaan hari kemerdekaan, pengendalian Covid-19 oleh pemerintah dan masyarakat juga menunjukkan grafik positif pada pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi kata Tri, menyentuh angka 3,8 persen, pihaknya akan mendorong pertumbuhan ekonomi sampai di angka 5,5 persen.

Kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan pola hidup bersih dan sehat ini mesti dijaga selama penularan virus masih terjadi.”Jadi mudah-mudahan ritme yang sudah ada ini bisa kita pertahankan,” tambahnya.

Di lingkungan perumahan Euforia kemeriahan HUT RI dirasakan saat Radar Bekasi berada di Perumahan Tamansari Persada, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi. Ratusan warga mengikuti upacara bendera hingga peragaan busana ala Citayem Fashion Week (CFW) yang belum lama ini menjadi perbincangan hangat.

Perlombaan tidak menarik perhatian di dalam area perumahan ini. Tapi, peragaan budaya ala CFW yang mengawali rangkaian perayaan HUT RI justru paling menarik perhatian.

Sebagian ruas jalan lingkungan yang ada di perumahan diubah kayaknya kawasan Sudirman, Jakarta dengan cara menggelar terpal yang telah dirancang khusus menyerupai zebra cross, dekorasi juga dilengkapi dengan replika Traffic Light (TL) hingga benar-benar membuat mereka terasa berada di simpang Jalan Sudirman.

Setelah semua tertata, satu persatu warga berjalan berlenggak-lenggok diatas terpal, dengan bermacam gaya hasil kreativitas masing-masing. Ada yang bergaya dengan kostum bertema merah putih khas pernak pernik kemerdekaan, ada yang menggunakan pakaian adat berbagai daerah di Indonesia, ada juga yang menggunakan kostum Garuda.

Setelah beberapa saat berlenggak-lenggok, ratusan warga berbaris, barisan drumband memimpin barisan warga untuk melaksanakan upacara bendera. Peringatan hari kemerdekaan tahun ini memang sengaja dibuat berbeda dari biasanya.

“Tadi dimulai dengan pelaksanaan upacara bendera, lalu ada juga fashion show, dari seluruh RT yang ada disini,” kata ketua pelaksana, Achmad Kusna Permana.

Total ada 300 warga yang ikut dalam kegiatan ini. Khusus fashion show, pesertanya didominasi oleh warga yang telah Lanjut Usia (Lansia). Tidak singkat, panitia memerlukan waktu dua bulan, untuk mempersiapkan dekorasi hingga kostum.

“Acara ini sudah dipersiapkan di bulan, 90 persen warga sebagai donatur (biaya), baik untuk overlay dan acara HUT RI,” tukasnya.

Di lingkungan perkampungan, mayoritas pemandangan yang tersaji adalah beragam perlombaan, mulai dari panjat pinang, memancing, kelereng, sampai balap karung, hadiahnya jutaan rupiah. Panjat pinang, jalan bambu, hingga panjat pohon pisang dengan mudah bisa dijumpai di aliran Kali Bekasi, Jalan Pangeran Jayakarta, salah satu lokasi tepatnya di lingkungan RW 03, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi.

Nampak berdiri pohon pinang dan pohon pisang di tengah-tengah kali, di atasnya diletakkan berbagai macam hadiah, satu pohon nilai hadiahnya diperkirakan Rp1 juta. Lomba diikuti oleh anak-anak, pemuda, hingga orang dewasa, laki-laki maupun perempuan.

Begitu dimulai tiap kelompok berjuang, berulang-ulang mencoba untuk mencapai puncak pohon pinang dan pohon pisang. Diatasnya, hadiah berupa pakaian, sepatu, minuman segar, hingga kipas angin siap untuk diperebutkan.

Lingkungan ini dikenal dengan kemeriahannya tiap kali memperingati hari kemerdekaan. Namun, dua tahun warga harus menahan diri untuk tidak merayakan kemerdekaan dengan berbagai macam kemeriahan.

Dua tahun warga terkendala dengan izin, ditambah dengan ketentuan pemerintah melarang kegiatan melibatkan orang banyak.

“Kita tidak boleh ada kegiatan yang sifatnya ngumpulin orang banyak. Nah barulah tahun ini euforianya, benar-benar nggak kebendung,” ungkap ketua RW 03, Dadi Aryadi.

Satu hari sebelumnya rangkaian kegiatan sudah dimulai, lomba gerak jalan ibu-ibu, berlanjut ke tingkat kelurahan. Di tanggal 20 nanti, gerak jalan ibu-ibu Kampung Air ini akan mewakili Kelurahan Harapan Mulya di tingkat kecamatan.

“Di pintu air ini terbagi 2 RW, cuma kalau kita yang mengadakan, satu kampung jatuhnya,” tukasnya. (Sur)