Perubahan Nama Jalan Cikarang-Cibarusah Tunggu Izin Gubernur

PERUBAHAN NAMA : Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Cikarang-Cibarusah, yang akan diganti menjadi Jalan KH Ma'mun Nawawi, di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (18/8). ARIESANT/RADAR BEKASI.

RADARBEKASI.ID, CIKARANG PUSAT – Rencana perubahaan nama Jalan Cikarang-Cibarusah sepanjang 21 kilometer menjadi Jalan KH Ma’mun Nawawi, disambut baik oleh pihak keluarga.

“Sebagai keluarga, saya menyambut baik dan mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat yang memberikan nama Jalan KH Ma’mun Nawawi,” kata putra dari Alm KH Ma’mun Nawawi, KH Jamaludin Nawawi, kepada Radar Bekasi, Kamis (18/8).


KH Jamaludin yang juga merupakan Pemimpin Pesantren Al-Baqiyatussholihat ini menilai, ini sebuah penghormatan kepada almarhum orang tuanya. Diharapkan, dengan perubahaan nama jalan ini, bisa memberikan nuansa positif.

“Ini suatu anugerah bagi keluarga kami dari Allah SWT, dan semoga memberikan nuansa positif,” ucapnya.
Kata Jamaludin, pihak pemerintah sebelumnya sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga.


“Komunikasi dari pemerintah dengan pihak keluarga sudah dilakukan sejak lama,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Dedy Supriyadi menjelaskan, pihaknya kini tengah menanti proses penggantian nama Jalan Cikarang-Cibarusah menjadi Jalan KH Ma’mun Nawawi, untuk mengabadikan tokoh ulama asal Kecamatan Cibarusah tersebut.

Sebagai tahap awal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, akan membuat surat secara resmi melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi kepada Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.

“Perubahan nama Jalan Cikarang-Cibarusah ini kewenangannya ada di Pemprov Jabar, jadi harus minta izin Pak Gubernur melalui dinas terkait, mulai penamaan dan sebagainya,” terang Dedy.

Ia menjelaskan, perubahan nama telah direstui secara langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat menghadiri rapat paripurna istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-72 Kabupaten Bekasi, di Gedung DPRD, Senin lalu (15/8).

Dedy merasa bersyukur, bahwa rencana yang telah didengungkan sejak 2018 lalu, didukung oleh Ridwan Kamil, dalam tahap awal pengajuan untuk mengabadikan nama KH Ma’mun Nawawi sebagai Pahlawan Nasional.

“Memang sudah kami usulkan sejak 2018, ketika itu alm Pak Eka masih menjabat. Dan prosesnya panjang, karena perlu kajian dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP),” ungkapnya.

Namun Dedy optimis, bahwa KH Ma’mun Nawawi nantinya bisa menjadi pahlawan nasional yang diakui oleh pemerintah pusat. Karena pihaknya juga pernah melakukan hal serupa ketika mengabadikan nama KH Noer Ali sebagai Pahlawan Nasional pada 2006 silam.

“Dulu kami juga bekerjasama dengan beberapa ahli, untuk melakukan kajian ketika KH Noer Ali. Mudah-mudahan bisa terwujud kembali. sehingga KH Ma’mun Nawawi juga diakui jadi sosok pahlawan nasional,” harapnya. (pra)