Geliatkan Sentra Wisata Kuliner

Illustrasi Kulineran

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi mencatat saat ini hanya ada dua sentra wisata kuliner di bawah naungan Disparbud yakni di Rawalumbu dan Taman Narogong.

Sekretaris Disparbud Kota Bekasi Deded Kusmayadi menjelaskan bahwa di Kota Bekasi sendiri saat ini hanya memiliki dua sentra wisata kuliner yang masih beroperasi secara aktif.


“Sentra wisata kuliner yang ada di Kota Bekasi sementara ini hanya ada dua, yaitu sentra kuliner Rawalumbu dan juga sentra kuliner Taman Narogong,” ujarnya kepada Radar Bekasi Selasa, (23/8).

Kedua sentra wisata kuliner ini, mengalami penurunan jumlah pengunjung dalam kurun waktu dua tahun terakhir di masa pandemi Covid-19.


“Kedua sentra wisata kuliner ini mengalami penurunan jumlah pembeli yang cukup signifikan, sehingga beberapa waktu sempat dinonaktifkan karena peraturan pandemi yang membatasi jumlah pengunjung,” jelasnya.

Penurunan jumlah pengunjung itu diakuinya menjadi pekerjaan rumah Disparbud untuk menggeliatkan kembali sentra kuliner tersebut.

“Menurunnya hampir 50 persen, makanya tahun ini merupakan tugas kami untuk membangkitkan kembali usaha kuliner khususnya di sentra wisata kuliner ini,” tuturnya.

Pihaknya mengklaim telah melakukan beberapa cara untuk meningkatkan kembali, sentra wisata kuliner. Salah satunya mengubah kepengurusan dan juga konsep dari sentra wisata kuliner tersebut.

“Kami sudah melakukan perubahan kepengurusan, dan juga mengubah konsep dari sentra wisata kuliner tersebut. Perubahan konsep ini kami yakini, bisa membangunkan kembali suasana wisata kuliner yang ada di kota Bekasi,” terangnya.

Terbukti dari beberapa perubahan yang dilakukan, dalam kurun beberapa bulan ini, peningkatan jumlah pengunjung wisata kuliner diklaim mencapai 70 persen.

“Alhamdulillah peningkatannya terjadi, meskipun belum secara signifikan. Tetapi peningkatannya cukup baik, dari penurunan 50 persen kami kembali meningkat di angka 70 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya berharap dengan status covid-19 di Kota Bekasi yang sudah memasuki level 1, pedagang kuliner bisa kembali memperoleh pendapatannya.

“Ya, kita berharap para pelaku usaha kuliner bisa kembali bangkit dari keterpurukan selama masa pandemi. Dan peningkatannya bisa terus terjadi,” pungkasnya. (dew).