RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tragedi truk maut di Jalan Sultan Agung Km 28,5 Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (31/8) membuat sejumlah pihak mendesak adanya aturan jam operasional truk bertonase besar.
Ketua Umum Keamanan dan Keselamatan Indonesia (Kamselindo) Kyatmaja Lookman mengungkapkan, bahwa terkait usulan pembatasan operasional kendaraan dimensi besar harus memiliki solusi alternatif.
“Jadi gini jika kendaraan berdimensi besar ini diatur jam operasionalnya, seharusnya ada alternatif. Agar perekonomian tidak terhambat, karena kan sebagian besar kendaraan besar itu merupakan kendaraan yang mengangkut barang-barang, jika dibatasi, terbayang gak ada keterlambatan pengiriman atau bagaimana jika hanya jam-jam tertentu saja boleh lewat, kalo gak numpuk semua kendaraan tersebut dijalan,” tuturnya.
Menurutnya jika ada usulan atau larangan di jam operasional tertentu, maka pihak yang mengajukan harus memiliki solusi atau setidaknya memberikan jalan alternatif bagi kendaraan berdimensi besar.
“Ada solusi agar mereka bisa tetap jalan, memang aturannya kendaraan pribadi itu tidak boleh disatukan dengan kendaraan berat. Tetapi jika tidak ada jalan lain, maka terpaksa kendaraan-kendaraan tersebut harus bergabung menjadi satu,” terangnya.
Pihak nya juga mengatakan, bahwa terjadi nya kasus kecelakaan dengan melibatkan kendaraan berdimensi besar tidak dapat diatur dengan jam-jam waktu tertentu.
“Kecelakaan itu tidak bisa diatur waktu, mereka bisa saja terjadi di waktu kapan pun. Seperti kecelakaan kemarin kami belum tahu persis nih akar permasalahannya seperti apa, apakah dari kendaraannya atau karena memang sopirnya ngantuk. Tapi akar nya bukan disitu saja, karena yang menyebabkan jumlah kematian banyak adalah tiang BTS itu roboh, sehingga itu juga harus menjadi penelitian dari akar banyaknya merenggut korban jiwa,” tuturnya.
Pihaknya mengaku bahwa keputusan terkait pembatasan jam operasional kendaraan berdimensi besar, dapat diterima namun harus ada alternatif yang diberikan.
“Intinya ada keputusan yang dibuat, maka harus ada alternatif yang diberikan. Jangan sampai menghambat laju perekonomian,” ucapnya.
Selain itu pihak Kamselindo sendiri, menuturkan bahwa baiknya kendaraan berdimensi besar memiliki jalur melingkar, sehingga tidak membuat kendaraan pribadi bergabung.”Harusnya dibuat jalan melingkar khusus bagi kendaraan berdimensi besar,” tukasnya
Sementara Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, telah mengajukan usulan terkait pembatasan jam operasional kendaraan dimensi besar, di jalan arteri primer dengan status jalan nasional.
Usulan tersebut telah disampaikan melalui surat kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), namun hingga kini belum ada respon dari pihak BPTJ.
“Kami telah memberikan surat usulan terkait pembatasan operasional jalan untuk kendaraan berdimensi besar, usulannya sendiri sudah kami berikan sejak 16 Agustus 2022. Namun hingga kini kami belum mendapatkan jawaban terkait hal tersebut,” ujar Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas pada Dishub Kota Bekasi, Teguh Indrianto, kepada Radar Bekasi Kamis, (1/9).
Terkait usulan tersebut, pihak Dishub sendiri menjelaskan bahwa Kota Bekasi sebagai salah satu kota yang berkembang cukup pesat, memiliki zona-zona jalan yang padat akan lalu lintas kendaraan. Seperti di jalan Ahmad Yani, Sultan Agung, Sudirman, Cut Meutia.
Selain itu ada jalan siliwangi, pejuang dan perjuangan yang memang melayani atau akses menuju area industry.
Kota Bekasi yang berkembang cukup pesat, membuat beberapa zona seperti jalan Medansatria, Pondok Ungu, dan Bantargebang itu hampir 24 jam memiliki kepadatan lalu lintas. ”Sehingga usulan pembatasan tadi kami lakukan,” jelasnya.
Dishub meminta agar kendaraan berdimensi besar tidak melewati jam-jam kepadatan seperti pagi pada pukul 06.00-08.00, sore pada pukul 17.00-20.30, dan juga pada saat weekend di hari Sabtu dan juga Minggu.
“Kurang lebih surat usulan kami terkait jam-jam sibuk, dan juga di hari weekend karena biasanya masyarakat itu di hari Sabtu atau Minggu tetap keluar untuk berbelanja ataupun menghadiri sebuah acara,” ucapnya. (dew).











