Berkarya Kabupaten Klaim Masih Solid

ILUSTRASI : Sejumlah pengurus dan kader Berkarya Kabupaten Bekasi saat foto bersama. ISTIMEWA/RADAR BEKASI

 

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Beringin Karya (Berkarya) Kabupaten Bekasi memastikan para pengurus masih setia menunggu kepastian sebagai peserta Pemilu 2024. Walaupun sebenarnya, gugatan partai besutan Muchdi Purwopranjono ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah ditolak saat di sidang tanggal 25 Agustus 2022.


“Sikap DPD maupun DPC-DPC Kabupaten Bekasi masih komitmen dan loyal kepada Partai Berkarya,” ujar Ketua DPD Berkarya Kabupaten Bekasi, Lilis Lusiana Yunus, kepada Radar Bekasi, Minggu (4/9/2022).

Mengenai pernyataan Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang, bahwa impian partainya sebagai peserta Pemilu 2024 telah kandas, setelah tidak lolos babak verifikasi administrasi KPU. Perempuan yang akrab disapa Lusiana ini menegaskan, para pengurus di Kabupaten Bekasi tidak terpengaruh dengan ucapan tersebut, karena semua masih solid.


“Alhamdulilah Kabupaten Bekasi semua masih solid, DPC-DPC masih komplit, jadi nggak berpengaruh. Tetap menunggu apapun hasilnya. Kita harus siap mental, namanya orang politik,” ungkapnya.

Dia menyadari, gugatan partainya ditolak oleh Bawaslu saat sidang tanggal 25 Agustus 2022. Tetapi, sekarang diupayakan  untuk langkah berikutnya oleh tium hukum. Dia mengaku  masih percaya tim hukum dan ketua umum. Karena pastinya ketua umum tidak akan menyia-nyiakan kesempatan Pemilu 2024.

“Selama ketum menyatakan masih berusaha, saya menunggu untuk DPD Kabupaten Bekasi. Pasti beliau akan berusaha maksimal, bagaimana Partai Berkarya bisa lolos dan mengikuti Pemilu 2024,” ucapnya.

Namun demikian, dirinya tidak bisa memaksakan Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) yang sudah mendaftar ke partainya untuk tetap bertahan. Karena tidak bisa dipungkiri, Bacaleg yang sudah mendaftar ke partainya mulai gelisah dan bertanya-tanya. Walaupun sebagian Bacaleg ada yang mengerti setelah diberikan pemahaman, situasi partai saat ini.

“Beberapa Bacaleg mulai gelisah, bertanya, bagaimana. Tapi mereka mengerti situasi dan kondisinya seperti ini. Kalau mau menunggu keputusan sampai final, silahkan. Kalau tidak, ia kan nggak ada pemaksaan Bacaleg mau maju dari partai mana,” tuturnya.

Untuk diketahui, Partai Beringin Karya (Berkarya) terancam hanya akan menjadi penonton pada Pemilu 2024, setelah gugatan ihwal verifikasi administrasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) ditolak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“140 Anggota DPRD, 7.230 DPC, 514 DPD dan 34 DPW Partai Berkarya jadi penonton di Pemilu 2024,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picunang.

Mantan politisi Partai Golkar ini bilang, impian Berkarya menjadi peserta Pemilu 2024 telah kandas setelah gagal lolos babak verifikasi administrasi KPU.

“Tapi bagi insan politik untuk jadi penonton di pesta demokrasi rasanya tidaklah mungkin, pasti mereka akan mencari partai yang dapat menyalurkan hasrat dan aspirasinya. Tidak ada paksaan untuk bertahan di Berkarya atau bergeser ke partai tertentu,” paparnya.

Menurutnya, sejumlah partai baru dan non parlemen sudah siap menampung para kader Berkarya. Diantaranya, Partai Republik Satu, Garuda, PSI, PKN, hingga Partai Buruh. “Komunikasi personal dengan pimpinan parpol tersebut sudah berjalan, tinggal menyesuaikan dan mengkomunikasikan kembali,” katanya. (pra)