Biaya Operasional Bertambah

ILUSTRASI: Sejumlah kendaraan memadati ruas Tol Jakarta-Cikampek di kawasan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Kenaikan harga BBM subsidi berdampak pada meningkatnya biaya operasional. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat sejumlah pengusaha transportasi mengerutkan dahi. Pasalnya mereka harus merogoh biaya pengeluaran lebih dalam untuk menutup biaya perjalanan.

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo), menilai ada dampak yang ditimbulkan akibat adanya kenaikan harga BBM bersubsidi.


“Dampak kenaikan sudah pasti ada, salah satunya adalah meningkatnya ongkos transportasi dan efeknya akan menimbulkan inflasi. Inflasi itu sehat tapi dalam batas-batas normal,” ujar Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Bekasi Daniel Utomo, Minggu (4/9).

Namun pihaknya menilai kenaikan harga solar saat ini masih terbilang wajar untuk angkutan truk.”Kenaikan BBM solar sudah sewajarnya dan sepatutnya terjadi, dan memang sudah harus naik karena minyak dunia sudah meningkat harganya,” jelasnya.


Menurutnya, saat ini Indonesia sendiri masih dalam range inflasi yang normal, selain itu kenaikan BBM di Indonesia saat ini masih terbilang cukup bersahabat bagi masyarakatnya.

“Kenaikan harga BBM ini masih sangat bersahabat bagi masyarakatnya, kita tidak bisa tutup mata dengan kondisi dunia. Dan tentunya kita harus bersiap-siap dalam menghadapi gelombang perubahan yang ada,” tuturnya.

Kenaikan BBM dengan dampak yang akan dirasakan, juga dinilai masih dalam batas kewajaran. Sehingga kendaraan dengan muatan besar masih dapat beroperasi dengan normal.”Iya pasti ada dampaknya namun dalam batas wajar,” ucapnya.

Sementara diketahui kenaikan BBM untuk solar bersubsidi memang terbilang cukup kecil, dari Rp 5.250 per liter menjadi Rp. 6.800 per liter. “Menurut saya kenaikannya masih dalam batas wajar, jadi tidak berpengaruh besar,” terangnya.

Sementara untuk pertalite ada kenaikan cukup tinggi dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, termasuk harga Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter. (dew).