Ke Pondokgede, Puan Sambangi Pesantren hingga Pasar Tradisional

Ketua DPR RI Puan Maharani berdialog soal harga sembako dengan pedagang saat kunjungan ke pasar di Pondokgede, Kota Bekasi, Rabu (21/9).

 

RADARBEKASI.ID, PONDOKGEDE – Ketua DPR RI, Puan Maharani hari ini melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Pondokgede Kota Bekasi, Rabu (21/9).


Perempuan yang akrab disapa Puan datang ke sejumlah lokasi mulai dari pondok pesantren hingga pasar tradisional.

Pesantren Mahasina menjadi titik pertama yang didatangi Puan. Di pesantren berhaluan Nahdlatul Ulama tersebut kedatangan Puan disambut dengan iringan sholawat para santri serta diterima langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Mahasina, KH. Abu Bakar Rahziz.


Selain itu, tampak mendampingi Puan Maharani, Ketua DPP PDI Perjuangan, Sukur Nababan, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Utut Adianto anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi dan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bekasi dan Ketua Nahdlatul Ulama Kota Bekasi, KH. Madinah dan Para Pejabat Pemerintah Kota Bekasi.

Dari Pesantren Mahasina, Puan lantas bertolak ke Pasar Atrium Pondokgede. Di sana, ia disambut sejumlah anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan diantaranya Ineu Purawdewi Sundari dan Sumiyati.

Di sana, ia juga berjumpa dan berdialog dengan pedagang dan para pengunjung pasar menyerap aspirasi mereka terkait harga kebutuhan pokok.

Ia sempat mampir ke salah satu kios beras di Pasar Pondokgede dan menyempatkan membeli beras jenis Pandan Wangi dan IR.

Puan juga mendapat titipan surat dari pedagang beras di Bogor yang menitipkannya ke pedagang Bekasi.

Ia pun menyempatkan berdialog dengan pedagang minyak goreng menanyakan harga minyak.

“Bagaimana minyak goreng. Apakah sudah stabil atau belum,” tanya puan ke pedagang.

Kepada wartawan Puan menjelaskan bahwa kunjungannya ke Kota Bekasi dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan dirinya sebagai wakil rakyat.

“Kunjungan kerja ini bagian menjalankan tugas dan fungsi pengawasan sebagai anggota dewan. Melihat langsung kondisi aktual di masyarakat,” tukasnya. (pay)