Daerah Aliran Sungai Tetap Waspada

PENGERJAAN TANGGUL: Pekerja mengoperasikan alat berat mengerjakan proses perbaikan tanggul di Kali Bekasi di Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih Kota Bekasi, belum lama ini.Saat ini normalisasi Kali Bekasi sudah mencapai 60 persen. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), Bambang Heri Mulyono menyampaikan bahwa pekerjaan revitalisasi Kali Bekasi saat ini menginjak angka 60 persen. Diketahui tahap pengerjaan mulai dari P2C sampai pintu air Kali Bekasi sepanjang 12 km, sehingga pekerjaan yang sudah rampung saat ini berkisar 7,2 km. “Progres sudah 60 persen,” kata Bambang.

Ia juga memastikan beberapa titik rawan di sepanjang aliran Kali Bekasi sudah rampung dikerjakan. Kondisinya saat ini disebut sudah relatif aman. Meskipun, masih ada titik-titik rawan lain yang masih dalam proses pengerjaan.


“Untuk beberapa titik rawan sudah kami amankan, masih ada beberapa titik yang sedang dalam proses pekerjaan,” tambahnya.

Sebagai informasi, revitalisasi Kali Bekasi yang akan dikerjakan seluruhnya sepanjang 42 km. Anggaran yang diperlukan untuk memperbaiki kali yang tidak pernah dinormalisasi sejak 1974 ini lebih dari Rp4 triliun.


Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi sudah bergerak memastikan kesiapan kesiapan personil hingga peralatan untuk mengantisipasi bencana di musim penghujan.

Sementara itu, progres revitalisasi Kali Bekasi saat ini menginjak 60 persen, Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi perhatian selama pekerjaan belum rampung 100 persen.

Hujan mulai kerap mengguyur Kota Bekasi akhir-akhir ini, meskipun intensitasnya tidak tinggi. Tapi, situasi pergantian musim ini harus segera direspon oleh Kota Bekasi untuk menghadapi potensi kebencanaan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi curah hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Barat, periode 2 sampai 8 Oktober mendatang.

Beberapa wilayah tersebut meliputi Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Cianjur, Bandung Raya, Sumedang, Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Pangandaran, Banjar, Ciamis, Tasikmalaya, dan Garut.

Menghadapi kemungkinan cuaca ini, BMKG merekomendasikan pihak terkait untuk melakukan persiapan, mulai dari kapasitas infrastruktur hingga sistem tata kelola sumber daya air. Kota Bekasi telah melakukan beberapa persiapan merespon prakiraan cuaca ini.

“Kita sekarang mempersiapkan untuk itu seperti peralatan tentunya, kan ada alat yang sudah standby di tempat-tempat rawan seperti IKIP, Nasio, dan lain-lain. Nah itu kami sudah melakukan pengecekan kesana, memastikan peralatan siap digunakan, dan dalam keadaan baik,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Wiratma, Selasa (4/10).

Selain peralatan, 75 petugas BPBD yang tersebar di tiap kecamatan juga telah dipastikan kesiapannya. Mereka diminta untuk memantau perkembangan situasi, melakukan penanganan pertama, hingga membuat laporan awal kebencanaan.

Perhatian utama kebencanaan di Kota Bekasi kata Wiratma tidak berubah, yakni banjir. Tidak ada 44 titik rawan bencana di Kota Bekasi, pihaknya optimis jumlah titik bencana tidak bertambah pada musim penghujan nanti.

Lokasi yang saat ini menjadi perhatian utama adalah sepanjang DAS Kali Bekasi. Pasalnya, saat ini masih berlangsung pekerjaan normalisasi dan perbaikan tanggul di beberapa titik mulai dari Pertemuan Sungai Cileungsi dan Cikeas (P2C) hingga pintu air Kali Bekasi.

Pekerjaan yang masih berlangsung di sejumlah titik ini berpotensi membuat air tumpah di sepanjang DAS pada saat Tinggi Muka Air (TMA) menyentuh 400 cm.

“Kalau kondisi normal, TMA 600-700 itu masih mampu, masih aman. Tapi dengan kondisi sekarang, seperti yang di Jaka Kencana yang sedang dibangun tanggul, kalau kita lihat kondisinya mungkin TMA 400 saja sudah luber,” tambahnya.

Jika revitalisasi kali sudah selesai 100 persen, Wiratma meyakini titik rawan bencana di kota Bekasi akan berkurang signifikan, terutama daerah yang berada di sepanjang DAS. Ia menambahkan, perbaikan juga sudah dilakukan di saluran air atau kali-kali lokal di lingkungan permukiman warga, juga diharapkan dapat meminimalisir potensi bencana banjir.

Menghadapi pergantian musim, BPBD Kota Bekasi menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati. Menjauh dari pohon besar dan tua, serta menjauhi saluran air. Guna menjaga keselamatan, warga dapat melaporkan keberadaan pohon besar yang mengkhawatirkan kepada dinas terkait maupun kepada BPBD Kota Bekasi untuk dilakukan pemangkasan.

“Jadi kami himbau kepada masyarakat, jika cuaca sudah mulai memburuk, hindari pohon-pohon besar, hindari aliran sungai, pembuangan air, demi keselamatan bersama,” tandasnya. (sur)