Apindo: Perusahaan Tidak Terpengaruh Isu Resesi Global

Illustrasi Resesi

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sejumlah perusahaan di Kabupaten Bekasi, sejauh ini belum terpengaruh dengan ancaman resesi global, yang kemungkinan terjadi di tahun 2023. Bahkan aktivitas produksi masih berjalan stabil.

Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bekasi, Sutomo, usai membuka sosialisasi Hubungan Industrial Pancasila, di PT Nidec Sankyo Precision Indonesia, di Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/10).


“Belum ada action berbagai perusahaan menanggapi adanya statement dari presiden maupun menteri keuangan, tentang isu resesi global tahun 2023. Apalagi melihat aktivitas produksi yang ada, masih biasa saja dan berjalan normal. Apalagi kami juga masih konsen terhadap hubungan industrial, baik terhadap pemerintah daerah, pekerja dan perusahaan,” kata Sutomo.

Untuk isu terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau pengurangan karyawan secara besar-besaran sebagai dampak resesi, ia juga menilai, belum ada di Kabupaten Bekasi, bahkan sesuai arahan Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan, melalui tim percepatan masalah pengangguran yang didalamnya ada Apindo, pemerintah daerah dan buruh, sejauh ini sudah banyak yang terserap ke industri.


“Kami bersama pemerintah daerah dan perusahaan, malah mampu menyerap tenaga kerja sekitar 3.000 lebih masuk di perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi, sebagai upaya mengurangi angka pengangguran,” terangnya.

Dijelaskan Sutomo, bersama Lembaga Kerjasama (LKS) Tripartit tengah gencar melakukan sosialisasi HIP bagi tiap perusahaan, mengingat pentingnya mengedepankan asas musyawarah mufakat, dalam memecahkan berbagai persoalan tentang ketenagakerjaan.

“HIP ini penting, agar perusahaan dan pekerja mengedepankan musyawarah apabila terjadi persoalan, dan memiliki cara yang santun, tidak menggunakan aksi unjuk rasa lagi, termasuk juga soal penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang sebentar lagi akan dibahas,” beber Sutomo. (pra)