Berita Bekasi Nomor Satu

Swadaya Bangun Musala Sekolah SDN Jatirahayu III Bekasi

MULAI DIBANGUN: Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Heri Purnomo menandai dimulainya pembangunan musala sekolah SDN Jatirahayu III, Rabu (19/10) yang dilakukan secara swadaya. IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Setelah sekian lama tidak mempunyai sarana rumah ibadah, para wali murid atau orangtua siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jatirahayu III akhirnya inisiatif menggalang donasi secara sukarela untuk dapat membangun sarana tersebut.

Kemarin Rabu (19/10) proses pembangunan siap dimulai dengan proses peletakan batu pertama oleh Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Heri Purnomo yang berasal dari daerah pemilihan (Dapil) V atau wilayah setempat.

Menurut Wakil rakyat asal PDI Perjuangan ini, prosesi peletakan batu pertama pembangunan rumah ibadah di sekolah dilakukan atas permintaan pihak sekolah dan orangtua murid.

“Jadi, kebetulan saya mantan komite sekolah selama empat tahun lebih di wilayah ini, sehingga saya diberikan penghargaan untuk peletakan batu pertama untuk pembangunan musala yang merupakan hasil inisiatif dari orang tua murid,” kata Herpur, sapaan akrab legislator PDI Perjuangan Kota Bekasi, Rabu (19/10).

Herpur mengakui, pembangunan musala ini dilakukan berdasarkan keinginan orang tua murid di sekolah yang disampaikan kepada Komite sekolah, alhasil melalui hasil rapat pembangunan musala pun bisa terlaksana dengan anggaran yang didapat dari urunan atau sumbangan swadaya para orang tua dan donatur lainnya.

“Jadi sifatnya itu sumbangan, pihak sekolah tidak ikut campur hanya memfasilitasi. Saya sendiri Insya Allah ikut menyumbang, karena kebetulan dua anak saya juga sekolah disini,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata Herpur, diperkirakan luas tanah pembangunan musala ini sekitar 3×8 meter dan butuh waktu tiga bulan. Namun demikian, diakui Herpur, pihak panitia pembangunan musala infonya masih mengalami hambatan terkait dana yang saat ini belum mencukupi. Karena sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) biayanya diperkirakan mencapai Rp76 juta, sedangkan dana yang terkumpul baru mencapai Rp 26 juta.
“Dan guna menutupi kekurangan dana ini, Insyaallah kami berencana akan mengajukan bantuan kepada Baznas Kota Bekasi, donatur dan alumni SDN Jatirahayu III, atau dengan dana CSR, sehingga proses pembangunan bisa berjalan lancar dan tepat waktu,” tutur Herpur.

Herpur menambahkan, dengan dibangunnya musala di lingkungan sekolah diharapkan bisa mendukung kegiatan belajar keagamaan dan kegiatan ibadah tidak hanya untuk SDN Jatirahayu III, tapi juga SDN Jatirahayu II yang berada di satu lingkungan.

“Ya, harapan kami mudah-mudahan dengan musala ini bisa mendukung kegiatan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya, baik untuk SDN Jatirahayu III dan SDN Jatirahayu II,” jelasnya.

Sementara, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Jatirahayu III, Jojo mengatakan, gagasan pembangunan musala di lingkungan sekolah ini sebetulnya sudah tercetus sejak lama, bahkan sebelum dirinya menjabat dan akhirnya bisa realisasi saat ini melalui dana swadaya dari orang tua, warga sekitar, alumni sekolah dan guru-guru, serta donatur lainnya.

“Jadi, dari pihak sekolah sendiri memang tak ada alokasinya untuk pembangunan musala tersebut, sehingga ini murni inisiatif orang tua dan komite sekolah untuk swadaya meminta sumbangan, baik orangtua siswa, alumni dan warga sekitar,” tambahnya. (mhf)