Minim Fasilitas dan Dokter Spesialis

Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Saat ini ada 14 Rumah Sakit (RS) rujukan yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), untuk merawat pasien Gagal Ginjal Akut Misterius atau Acute Kidney Injury (AKI). Bekasi kesulitan untuk mendukung perawatan pasien AKI lantaran kekurangan fasilitas Hemodialisa (HD) atau cuci saran dan dokter spesialis.

Salah satu kriteria Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang melakukan penatalaksanaan awal penyakit ini sedikitnya memiliki fasilitas ruangan High Care Unit (HCU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Rumah sakit rujukan terdekat dari Bekasi berada di Jakarta.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan bahwa pihaknya tengah mengidentifikasi RS.”Di Kota Bekasi tidak ada, semua provinsi (Jawa Barat), tapi kita akan coba mempersiapkan, pak Plt pun sudah respon cepat perihal tersebut,” katanya saat dijumpai awal pekan ini.

Selain fasilitas Hemodialisis anak, Faskes atau RS juga harus memiliki dokter spesialis ginjal anak. Kota Bekasi saat ini disebut kekurangan baik fasilitas maupun dokter spesialis untuk penanganan awal pasien AKI.


“Tetapi banyak juga pasien yang kemudian di rujuknya tidak di Kota, karena memang kita tidak memiliki alat, sehingga ini sedang dalam rangka inventarisasi,” ungkap Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto.

Alat Hemodialisa bagi anak dengan berat badan dibawah 30 kg ini kata Tri, sangat penting untuk digunakan cuci darah pasien. Sementara pihaknya tengah mengusahakan pengadaan alat untuk menghindari kematian.

Belum ada perkembangan lebih lanjut terkait dengan hasil Penyelidikan Epidemiologi (PE), yang jelas, pasien saat ini dirujuk dan dirawat ke RS di luar Kota Bekasi. Situasi yang sama juga terjadi pada ketersediaan Sumber Daya Kesehatan (SDK), dokter spesialis untuk menangani kasus ini disebut sangat terbatas.

“Untuk itu kita sedang meminta ke Kemenkes, ada upaya-upaya, misalnya dokter yang tidak secara spesifikasi menangani itu juga bisa ikut menangani,” tambahnya.

Sekedar diketahui, 14 RS yang saat ini menjadi rujukan penanganan AKI tersebar di beberapa daerah di Indonesia. Belasan RS tersebut adalah RSUP Dr. Cipto MangunKusumo, RSUD Dr. Soetomo, RSUP Dr. Kariadi Semarang, RSUP Dr. Sardjito, RSUP Prof Ngoerah, RSUP H. Adam Malik, RSUD Saiful Anwar Malang, RSUP Hasan Sadikin, RSAB Harapan Kita, RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, RSUP Dr. M Djamil, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang, RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou. (sur)