Plt Kadinkes: Jangan Khawatir Anak Demam Pasca Imunisasi

PEMBERIAN IMUNISASI: Petugas kesehatan sedang memberikan imunisasi kepada seorang anak, di Cikarang Pusat, belum lama ini. Pemerintah Kabupaten Bekasi mengklaim, target Bulan Imunisasi Nasional (BIAN) tahun 2022 sudah terpenuhi. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mengimbau para orang tua segera membawa anak-anaknya ke fasilitas kesehatan (faskes) untuk mendapat imunisasi, walaupun terkadang menyebabkan demam, namun vaksin campak dan rubella dipastikan aman.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bekasi, Alamsyah mengakui, masih banyak warga yang ragu untuk mengimunisasi anaknya. Apalagi, mereka khawatir jika anak demam pasca diimunisasi, orang tua tidak bisa memberikan obat sirup akibat temuan zat berbahaya.


Namun, Alamsyah menegaskan, imunisasi campak dan rubella merupakan program pemerintah, yakni Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Program ini digulirkan untuk menekan angka campak secara nasional.

“Karena memang ada kekhawatiran akibat obat sirup tidak boleh diberikan kepada anak saat mengalami demam. Namun setiap imunisasi, kami berikan juga obat tablet, sehingga tidak menjadi masalah. Untuk itu, segera lakukan imunisasi pada anak, karena dapat dipastikan aman,” saran Alamsyah saat dihubungi, Minggu (6/11).


Ia menjelaskan, pada BIAN kali ini, imunisasi yang diberikan adalah untuk campak rubela dan menyasar usia 9-59 bulan. Selain itu, diberikan juga imunisasi kejar pada anak usia 12- 59 bulan yang tidak lengkap imunisasi OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib.

Alamsyah mengaku, setelah muncul temuan zat berbahaya pada obat sirup, capaian target harian imunisasi campak rubella mengalami penurunan. Meski demikian, pihaknya terus memperluas pelayanan hingga menyasar pelayanan ke sekolah, klinik swasta hingga rumah ke rumah.

“Memang setelah capaian BIAN ini tinggi, kami harus menyisir kembali untuk mendapati anak yang belum diimunisasi. Makanya imunisasi kami lakukan di banyak tempat, seperti di sekolah, PAUD, serta kami lakukan juga door to door, hingga ke rumah, kontrakan dan banyak tempat lainnya,” terangnya.

Berdasarkan data dari Dinkes Kabupaten Bekasi, hingga Sabtu (5/11), capaian target imunisasi campak rubella telah mencapai 89,04 persen dari total 306.118 anak yang menjadi sasaran. Masih terdapat 33.542 anak yang belum diimunisasi.

Menurut Alamsyah, capaian imunisasi di Kabupaten Bekasi, menjadi yang tertinggi kedua di Jawa Barat setelah Kabupaten Bogor. Kendati demikian, jumlah tersebut masih belum mencapai target yang ditetapkan oleh Pemprov Jabar, yakni di angka 95 persen.

“Sebenarnya, jika merujuk pada target sebelumnya itu 80 persen, dan kami sudah melampaui itu. Kemudian targetnya ditambah menjadi 95 persen. Maka kami berupaya untuk mencapai target itu pada 16 November 2022 ini,” ucapnya.

Salah satu upaya meningkatkan imunisasi pada anak, lanjut Alamsyah, pihaknya membuka kerja sama dengan pihak swasta, untuk turut melayani imunisasi campak dan rubella. Warga pun bisa mendapat layanan imunisasi bagi anak di faskes swasta secara gratis.

“Imunisasi campak dan rubella di faskes swasta itu gratis. Soalnya ini program nasional, dan vaksinnya memang dari pemerintah dan petugasnya juga sudah kami siapkan. Jadi walaupun di swasta tetap gratis. Jangan khawatir,” tegas Alamsyah

Sementara Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan, mengapresiasi kinerja seluruh tenaga kesehatan yang berhasil melampaui target imunisasi. Jika tidak disertai kinerja yang maksimal, percepatan imunisasi tidak akan terealisasi. Apalagi, target tersebut mampu dicapai hanya dalam waktu tiga pekan.

“Tentu ini menjadi kinerja yang baik, dan patut diapresiasi. Ada rasa malu dan tanggung jawab dari para tenaga kesehatan ini. Malu jika capaian rendah, dan rasa tanggung jawab agar anak-anak bisa terlindungi dari wabah penyakit menular,” tuturnya.

Dani juga berharap, di sisa waktu 10 hari ini, Pemkab Bekasi dapat meningkatkan capaian target hingga 95 persen atau bahkan lebih, sesuai yang telah ditetapkan.

“Targetnya 95 persen, dan waktunya tinggal 10 hari. Maka harus sama-sama saling membantu agar targetnya tercapai, lebih khusus agar anak-anak terlindungi,” beber Dani. (and)