Elemen Suporter Desak Tragedi Kanjuruhan Diusut Tuntas

DOA BERSAMA: Sejumlah elemen suporter asal Bekasi, menggelar doa bersama dan tahlilan 40 hari tragedi Kanjuruhan, di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Rabu malam (9/11). IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Belasan elemen suporter yang ada di Bekasi, memadati Stadion Wibawa Mukti, untuk melakukan doa bersama dan tahlilan 40 hari tragedi Kanjuruhan, Rabu malam (9/11).

“Kami mengadakan doa bersama dan tahlilan 40 hari tragedi Kanjuruhan, pada tanggal 1 Oktober 2022 lalu,” beber Ketua Korwil Jakmania Cikarang Raya, Ahmad Arif, usai melakukan doa bersama.


Dirinya menegaskan, kegiatan ini merupakan inisiatif dari para suporter yang ada di Bekasi. Bahwasannya, semua suporter yang ada di Bekasi, turut berduka atas apa yang dirasakan oleh saudara-saudara Arema di Kanjuruhan. Terutama, Bekasi merupakan perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta, yang tentunya rivalitas antara kedua suporter cukup memanas.

“Sangat mengalami duka mendalam, khususnya kami di Kabupaten Bekasi, yang merupakan perbatasan. Maka terciptalah acara doa bersama, yang dihadiri oleh beberapa suporter, diantaranya ada Jak Mania, Viking, Bonek, Aremania, dan masih ada lagi sekitar 15 elemen suporter lainnya,” terang Ahmad.


Kata dia, Jakmania akan terus mengawal kasus tragedi Kanjuruhan sampai benar-benar ada keadilan untuk Aremania. Walaupun saat ini, sudah ditetapkan enam tersangka, namun menurutnya itu masih kurang, dibandingkan apa yang dirasakan oleh Aremania.

“Menurut saya belum adil. Karena banyak yang perlu dievaluasi, terutama dari federasi maupun yang lainnya. Hanya ada satu kata yang pantas untuk mengawal kasus ini, usut tuntas,” bebernya.

Ditempat yang sama, Ketua Viking Cikarang Raya, Doni Damara menambahkan, selain doa bersama dan tahlilan, para suporter yang hadir juga memberikan donasi untuk teman-teman di Malang, Jawa Timur. Kata dia, Viking akan mendukung Aremania.

“Kami tetap mendukung teman-teman Arema untuk mendapat keadilan,” tutur Doni.

Pria yang akrab disapa Bodong ini mengharapkan, tragedi Kanjuruhan harus menjadi pelajaran untuk para suporter lainnya.

“Ini menjadi pelajaran untuk para suporter kedepannya supaya tidak terulang kembali kejadian seperti di Kanjuruhan,” ucapnya.

Sekadar diketahui, usai doa bersama dan tahlilan, para suporter yang hadir juga menyanyikan lagu-lagu Arema secara bersama-sama, dan tentunya antar suporter yang hadir melakukan ramah tamah. Walaupun sebelumnya rivalitas antar suporter cukup tinggi di Bekasi. (pra)