Berita Bekasi Nomor Satu
Bekasi  

Kamishibai sebagai Media Seni Pertunjukan Baru di Cisaat, Subang Jawa Barat

Dokumentasi Peserta dan Tim P2M 2022 (Sumber: pribadi, 2022)

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), bapak Sandiaga Uno pada hari Sabtu, 5 Maret 2022 meninggalkan kesan positif terhadap potensi desa Cisaat sebagai wisata edukasi. Menurutnya, potensi-potensi desa Cisaat adalah sebagai berikut:

pertama kaya akan hasil pertanian (desa agraris), kedua berpotensi bagi peternakan, ketiga kaya akan kegiatan adat, budaya dan religi, keempat berpotensi sebagai tempat olahraga karena hamparan hijau perkebunan teh yang sejuk, kelima wisata edukasi melalui pengolahan biogas, minyak cengkeh, kayu arang, keenam letak strategis yang tidak terlalu jauh dari ibukota.

Potensi-potensi tersebut akan menjadi optimal apabila adanya pendampingan dari sivitas akademia Universitas Negeri Jakarta dalam mempersiapkan masyarakat agar memiliki kompetensi dan siap menghadapi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Melalui Program Wilayah Bina Unggulan (PkM-PWBU), prodi Pendidikan Seni Rupa berkolaborasi dengan prodi Magister Bahasa Inggris dan prodi Sastra Inggris melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat (P2M) selama 3 hari, jumat-minggu 15-17 Juli 2022.

Dr. Rizki Taufik Rakhman, M.Si berharap melalui kegiatan P2M yang berjudul,”Pengembangan Seni Pertunjukan Baru berbasis Kamishibai sebagai Branding Desa Wisata Edukasi Cisaat, Subang Jawa Barat” generasi muda desa cisaat berumur 15-18 tahun akan menyadari potensi desanya untuk dikemas dalam bentuk media seni baru, kamishibai.

Kamishibai sendiri merupakan teknik dan media bercerita di Jepang. Tim P2M yang diwakili oleh bapak Eko Hadi Prayitno, M.Pd mengatakan bahwa kamishibai diadopsi untuk memperkenalkan media seni pertunjukan baru di desa Cisaat. Ibu Tesaanisa, M.Hum menambahkan bahwa diharapkan kegiatan P2M yang bersifat multiyear ini akan menghasilkan sebuah festival kamishibai di desa Cisaat yang memiliki 10 kampung ini.

Dengan bantuan 5 orang mahasiswa dari prodi Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta, kegiatan dimulai dengan memperkenal wawasan mengenai kamishibai. Materi disiapkan dalam bentuk modul dan presentasi. Setelah materi diberikan, peserta yang terdiri dari 15 orang langsung melakukan praktiknya. Namun sebelumnya digali cerita lokal desa Cisaat terlebih dahulu. Praktik kamishibai dilakukan tahap demi tahap, mulai dari membuat sketsa, mewarnai, menggunting dan menempel hingga membuat frame yang memiliki layer.

Ibu Eva Leiliyanti, Ph.D berpendapat bahwa meskipun hasil yang didapatkan pada kegiatan P2M ini belum optimal, namun beliau tetap optimis dengan hasil awal yang diperoleh pada kegiatan ini. Peserta memberikan respon positif di setiap materi yang diberikan, bahkan enggan untuk pulang ketika waktu workshop telah selesai. Hasil dari kegiatan P2M ini menciptakan sebuah peluang terbentuknya seni pertunjukan baru melalui media berbasis kamishibai.