Tim Peneliti Universitas Sahid Jakarta Jalani Program Riset Keilmuan Pengembangan Eduwisata Agroindustri di Desa Sukarahayu

FOTO BERSAMA: Tim peneliti dari Universitas Sahid Jakarta foto bersama saat melakukan riset di Desa Kertarahayu Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi. ISTIMEWA

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tim peneliti dari Universitas Sahid Jakarta menjalankan program Riset Keilmuan dengan skema Hibah Riset Desa mengenai pengembangan eduwisata berbasis agroindustri.

Tim peneliti terdiri dari dosen Program Studi Teknik Lingkungan, yakni Ekaterina Setyawati, Tatan Sukwika, dan Laila Febrina. Selain itu melibatkan mahasiswa Program Studi Teknik Industri, yakni Mochammad Farrij Al Syahkhaafi, Bagas Kurnia Saputra, Rijal Rahman Hakim, Delfi Gustina, dan Ferianto.


Program ini dilaksanakan dalam upaya merancang model pengembangan eduwisata berbasis agroindustri terintegrasi di Desa Sukarahayu Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi.

Ketua Riset Ekaterina Setyawati menjelaskan, Desa Sukarahayu merupakan salah satu desa penghasil beras dengan industri pengolahan penggilingan padi yang masuk dalam agroindustri beras.


Dalam program riset ini sejumlah dosen dan mahasiswa menghasilkan rekomendasi strategi dalam upaya peningkatan daya saing berkelanjutan pada eduwisata berbasis agroindustri beras di Desa Sukarahayu. Menurutnya, penggilingan padi di Desa Sukarahayu saat ini menjadi salah satu penggerak dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA: Pengabdian Masyarakat Universitas Sahid Jakarta, Beri Edukasi Sanitasi dan Strategi Peningkatan Omzet

“Proses pengolahan padi menjadi beras dan pengolahan limbahnya mempunyai potensi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi salah satu wisata edukasi. Namun, sebagian besar berjenis kecil dan masih menggunakan teknologi dan manajemen dan penggilingan padi yang sederhana, karena itu dibutuhkan upaya untuk  memperbaiki agar usaha agroindustri beras ini dapat dikembangkan dan makin mempunyai nilai ekonomis bagi warga sekitar,” tuturnya kepada Radar Bekasi, Rabu (23/11).

Lebih lanjut dikatakan, seiring dengan perkembangan industri di kawasan Bekasi, wilayah Tambelang mengalami banyaknya alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan permukiman atau industri. Hal itu berdampak pada keberlanjutan usaha penggilingan padi yang merupakan kearifan lokal, sehingga untuk mempertahankannya dapat dengan cara eduwisata yang berbasis agroindustri beras.

Dalam merancang model pengembangan ini, tim program riset melaksanakan lima tahapan yang dilakukan. Yaitu, proses penetapan kondisi aktual, perencanaan rich picture, perancangan root definition, perancangan model konseptual, model eduwisata berbasis agroindustri beras yang terintegrasi dengan metode canvas.

Ekaterina mengungkapkan, urgensi program ini adalah peluang peningkatan pengembangan agroindustri bera. Diharapkan dapat mengembangkan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan memanfaatkan potensi lingkungan guna kepentingan wisata.

“Agroindustri beras banyak terdapat di wilayah Kecamatan Tambelang ini memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi salah satu bentuk wisata edukasi, lokasinya pun tidak jauh dari Jakarta dan bisa menjadi peluang alternatif tujuan wisata bagi penduduk Jakarta ataupun Bekasi khususnya, terlebih lagi untuk wilayah perkotaan yang sangat minim dengan wisata berbentuk seperti ini,” tuturnya.

Program riset yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini telah dimulai sejak awal 2022 sampai dengan saat ini. Butuh waktu lama lantaran pelaksanaannya membutuhkan tahapan yang cukup panjang. (dew/pms)