Pemkot Paparkan Puluhan Inovasi

ILUSTRASI: ASN beraktivitas di lingkungan Kantor Pemerintah Kota Bekasi sebelum pandemi, beberapa waktu lalu. Gedung 10 lantai Pemkot Bekasi ternyata belum memiliki sistem proteksi kebakaran yang memadai.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kota Bekasi menjadi salah satu Pemerintah Kota (Pemkot) yang masuk dalam tahapan presentasi ajang Innovative Government Award (IGA) tahun 2022. Total ada 218 inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang dihasilkan Kota Bekasi empat tahun kebelakang. Sebanyak 99 dipilih untuk dipaparkan di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Selasa (22/11).

Dalam keterangan resmi yang diterima Radar Bekasi, 99 inovasi penyelenggaraan pemerintahan dipaparkan oleh Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto. Beberapa inovasi yang dipaparkan di depan tim juri adalah program kejar bola layanan kependudukan Lansia dan disabilitas, layanan kesehatan online, dan pemberdayaan UMKM yang melibatkan kaum difabel.


Konsep dasar inovasi penyelenggaraan pemerintahan ini kata Tri, mengintegrasikan program antar OPD, reformasi birokrasi, hingga kemudahan akses pelayanan bagi masyarakat.

“Yang menjadi konsep dasar saya adalah mengintegrasikan antar sesama OPD, menciptakan reformasi birokrasi, memberikan pelayanan secara menyeluruh dan memudahkan akses warga masyarakat terhadap pelayanan pemerintahan yang ada di Kota Bekasi,” kata Tri di depan Juri.


Puluhan inovasi yang dipaparkan tersebut telah diseleksi dari total 218 inovasi dari seluruh OPD sampai ke tingkat puskesmas. Terdiri dari inovasi berbasis digital dan non digital.

Ketua Bidang Pemerintahan Tim Wali Kota Untuk Percepatan Penyelenggaraan Pembangunan dan Pemerintahan (TWUP4) Kota Bekasi, Haris Budiono mengatakan, sejak 2020 TWUP4 terlibat mendorong pemerintah memperhatikan inovasi daerah. Dimulai dengan pembentukan tim yang terdiri dari para pakar, baik dari Jawa Barat, Kemendagri, BRIN, dan TWUP4.

Ia menyebut faktor utama dari pengembangan inovasi daerah ini adalah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Mungkin juga itu belum terasa secara optimal, tetapi secara komparatif dibandingkan dengan kabupaten kota lainnya, kita mendapatkan apresiasi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan Kota Bekasi masuk dalam 10 besar pada tahap presentasi, setelah di tahun sebelumnya Kota Bekasi tidak masuk dalam barisan 10 besar.

Ia menyebut beberapa faktor utama selain komitmen kepala daerah dan jajaran OPD. Beberapa faktor tersebut yakni, kompetisi internal Bekasi Innovation Week (BIW), pengembangan sistem sidik jari yang berfungsi untuk penginputan data.

“Inovasi tersebar di tiap OPD sampai puskesmas semuanya 218, kemudian di filter yang terbaik untuk dilombakan di Kemendagri 99,” tambahnya. (sur)