Harga Kebutuhan Pokok Mendadak Naik

ILUSTRASI: Pekerja merapikan karung beras di Toko agen beras Pasar Baru Kota Bekasi, belum lama ini. Beberapa komoditas pangan saat ini kembali mengalami kenaikan harga, salah satunya beras, hal itu dapat mempengaruhi kenaikan harga pangan lainya. RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Harga kebutuhan bahan pokok mendadak naik di pasaran. Kenaikan harga beragam dan terjadi sejak sepekan terakhir. Naiknya harga sejumlah kebutuhan pokok ini disinyalir terjadi menjelang natal dan tahun baru (Nataru).

Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Bantargebang (P3B) Mulia membenarkan adanya kenaikan harga sembako serta sayuran.”Saat ini memang sudah ada kenaikan pada harga bahan pokok dan juga sayuran,” jelasnya.


Saat ini kenaikannya di angka 30 sampai dengan 40 persen, sehingga cukup memberatkan bagi pembeli dan pedagang. “Hampir semua bahan pokok naik kisaran kenaikannya mencapai 30 sampai dengan 40 persen,” terangnya.

Lonjakan harga juga membuat omset atau jumlah penjualan para pedagang mengalami penurunan. Menurutnya kenaikan ini kerap terjadi setiap peringatan akhir tahun.


“Dampaknya bagi pedagang ya omsetnya menurun, tapi ini udah jadi hal yang biasa lah setiap akhir tahun,” tuturnya.

Sementara data yang dihimpun dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), kenaikan harga kebutuhan pokok juga sudah terlihat di Kota Bekasi.

Dari data yang dihimpun per tanggal 21 November – 28 November kenaikan belum menyeluruh.

Daging ayam masih di harga Rp 38.500 per kilogram, daging sapi masih seharga Rp 137.500 per kilo, telur ayam semula di harga Rp 29 ribu menjadi Rp 30 ribu, bawang merah semula di harga Rp 30 ribu kini menjadi Rp 35 ribu.

Bawang putih masih di harga Rp 23 ribu, cabe rawit masih di harga Rp 32.250 per kilogram, gula pasir masih di harga Rp 14.500. Sementara minyak goreng curah di harga Rp 16 ribu 17 ribu per kilogram yang sebelumnya Rp 15 ribu.

Salah satu pedagang makanan siap saji di wilayah Pekayon Jaya Durohman merasakan dampak kenaikan bahan pokok saat ini.

“Ada beberapa bahan pokok dan juga sayuran yang naik, walaupun memang belum semuanya naik,” ujarnya kepada Radar Bekasi, Senin (28/11).

Dengan kenaikan harga pedagang diakuinya cukup kesulitan untuk menjual kembali hasil olahan dagangannya.

“Kalo udah naik semua itu bingung jual dagangannya, mau dinaikin takut pelanggan pada kabur tapi kalau gak dinaikin bingung ngolahnya kembali, ya ujung-ujungnya nya cuman bisa buat muter modal doang,” jelasnya.

Lanjutnya, kenaikan harga bahan pokok saat ini, terjadi pada sembako jenis minyak goreng dan juga telur. Sementara untuk jenis sayuran kenaikan terjadi pada jenis bawang merah, dan juga tomat.

“Yang saat ini sudah naik itu beras, minyak, tomat sama bawang merah. Itu naiknya lumayan juga,” tuturnya.

Secara rinci disampaikan perbedaan harga normal dengan kenaikan harga saat ini ialah, minyak yang semula dibeli dengan harga Rp 15.500 per liter menjadi Rp 16.500.

Kemudian harga telur yang semula dibeli dengan harga Rp 29 ribu perkilo, saat ini menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Selanjutnya pada jenis sayuran, untuk tomat biasanya dibeli dengan harga Rp 15 ribu perkilo saat ini menjadi Rp 20 per kilo, dan bawang merah yang semula dibeli dengan harga Rp 30 ribu perkilo saat ini menjadi Rp 35 ribu.

“Kenaikannya lumayan sih gatau deh nanti kalo udah mau akhir tahun, biasanya sih dari jauh-jauh hari saya udah stok biar gak kena harga yang mahal banget,” ucapnya.

Terpisah, Analisis Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi Eko Wijatmiko membenarkan adanya kenaikan sejumlah barang kebutuhan pokok.

“Kenaikan hari ini terjadi pada jenis bahan pokok bawang merah dan juga telur ayam,” ucapnya.

Disampaikannya, harga telur ayam saat ini sudah mencapai harga Rp 30 ribu yang semula hanya di harga Rp 29 ribu kemudian bawang merah saat ini sudah mencapai Rp 35 ribu yang semula hanya di harga Rp 30 ribu

Menurutnya kenaikan bahan pokok kemungkinan masih akan terus terjadi jelang perayaan natal dan tahun baru (Nataru), khususnya pada wilayah kota Bekasi.

“Kenaikan bahan pokok itu terjadi karena beberapa faktor ya, dan kenaikan ini terus kami pantau,” tuturnya.

Dari naiknya harga bahan pokok saat ini, pihak Disdagperin Kota Bekasi akan melakukan pengawasan bagi para pedagang agar tidak berlaku curang untuk menaikan harga bahan pokok berlebihan.

“Kalau kenaikan harga bahan pokok itu kan pasti ada disetiap daerah, kenaikan harga juga karena daerah asal juga. Tapi pengawasan akan tetap kami lakukan pada pedagang agar tidak menaikan harga bahan pokok yang berlebihan,” pungkasnya. (dew)