Jual Kaos, Salurkan Hasil Keuntungan untuk Korban Gempa

DISTRIBUSI: Udin (kiri) berkomunikasi dengan warga di salah satu tenda pengungsian. Udin dan relawan lain yang tergabung dalam Pemuda Peduli Kemanusiaan Kota Bekasi menggalang bantuan dari hasil penjualan kaos. IST/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bantuan kemanusiaan masih terus berdatangan ke Kabupaten Cianjur, termasuk dari Kota Bekasi. Sekelompok pemuda Kota Bekasi menggalang donasi dengan menjual kaos. Donasi didapat dari separuh hasil penjualan.

Laporan : Surya Bagus
RAWALUMBU


Penggalangan donasi dimulai dengan menjual kaos bertuliskan Pray For Cianjur. Bermodalkan kaos bertuliskan ungkapan duka cita ini, kelompok pemuda yang tergabung dalam Pemuda Peduli Kemanusiaan Kota Bekasi berhasil menyalurkan berbagai kebutuhan bagi korban gempa.

“Kita jual kaos dengan harga Rp100 ribu, keuntungan dari penjualan sebesar Rp50 ribu kita kumpulkan untuk donasi,” kata salah satu relawan, Udin Saudin, Rabu (30/11).


Kemarin, Udin dan rekannya yang lain mendistribusikan langsung bantuan yang didapat dari hasil penjualan kaos. Dari total uang yang terkumpul Rp10.537.200, kelompok pemuda ini mendistribusikan makanan siap saji, snack untuk anak-anak, obat-obatan, dan sembako, serta kebutuhan prioritas lain bagi korban gempa.

“Bantuan disalurkan langsung ke tempat para korban mengungsi, dan beberapa posko donasi yang berada dekat lokasi gempa di Kecamatan Sukaresmi,” tambahnya.

Selain kelompok masyarakat yang menghimpun bantuan bagi korban gempa Kabupaten Cianjur, Pemerintah Kota (Pemkot) beberapa waktu lalu juga tengah menggalang donasi dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

Salah satu yang mengumpulkan bantuan logistik saat ini adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi. Bantuan logistik masih dikumpulkan sampai saat ini, rencananya akan diserahkan pada tanggal 12 Desember mendatang.

“Kita bantuannya lebih ke sembako, uang dan baju bekas tidak,” Kata Kepala BPBD Kota Bekasi, Enung Nurcholis.

Sampai dengan kemarin, delapan relawan BPBD Kota Bekasi masih bertahan di Kabupaten Cianjur. Keberadaan mereka di lokasi bencana diperpanjang setiap tiga hari, hal ini disebut oleh Enung menyesuaikan penanggulangan bencana oleh BPBD Provinsi Jawa Barat dan Basarnas.

“(Personel) cukup Alhamdulillah, sebab digabung juga kan personelnya dengan wilayah-wilayah lain,” tambahnya. (*)